LEBAK – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten Lebak, Dian Wahyudi terbilang rajin menulis buku. Baru-baru ini,
‘Bertualang di Curug”, “Bertemu Marhaen” dan “Merawat Tradisi” dilouching ke publik, khususnya pencinta literasi di Kabupaten Lebak.
Dalam buku “Bertualang di Curug” yang dikeluarkan Dian Wahyudi pada 2020 silam, dia bertutur eloknya tempat wisata air terjun yang ada di Lebak.
Begitu pun pada “Merawat Tradisi” dan “Bertemu Marhaen” Dian juga menyisipkan kemolekan alam Lebak dalam coretan penanya.
Hobby bertulang ke beberapa obyek wisata yang masih “perawan” sepertinya mempengaruhi Dian saat mencoretkan apa yang dirasakannya.
Baca Juga…!!!
- PWI Banten Bersama Kejati Banten Komitmen Jaga Integritas dan Lawan Penyebaran Hoaks
- Mitra SPPG Cundamanik, Berikan bantuan Mobulier sekolah, Bantuan Oprasional Sekolah dan Santunan anak yatim
- Lebak Darurat Tambang Pasir Ilegal, Negara Jangan Kalah oleh Pelanggar
- PT. LEN Salurkan Kembali Program PPM Bidang Pendidikan
- PWI Banten dan Untirta Siap Teken MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Jurnalistik
Selain itu, pada beberapa bagian tulisannya, ada semacam sindiran kepada masyarakat Lebak yang masih lebih suka menghamburkan uang untuk berwisata ke luar daerah, daripada untuk mencintai obyek wisata di daerahnya sendiri.
“Tujuan tulisan dalam buku-buku itu sebenarnya sangat sederhana.Mari kita cintai daerah kita dengan segala potensinya dan juga kekurangannya,” kata Dian Wahyudi saat berbincang dengan awak media, Rabu (3/2) di Rangkasbitung.
Halaman:


