TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Paripurna DPRD Lebak, DPRD Lebak menggelar Rapat Paripurna IV dalam rangka Rancangan Peraturan Daerah APBD Tahun 2020, Kamis (21/11/2019)
Dalam rapat yang dijadwalkan jam 09.00, namun baru dimulai jam 10.15 WIB dipimpin oleh Ketua DPRD Lebak, Dindin Nurohmat didampingi Ucuy Mashuri (wakil ketua), Junaedi Ibnu Jarta (wakil ketua) sedangkan dari unsur eksekutif hadir Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi.
Rapat sempat diskorsing selama 10 menit karena fraksi Gerindra meminta waktu untuk melakukan lobi-lobi.
Anggota DPRD dari Partai Gerindra menyatakan walkout kerena menolak anggaran mobil dinas untuk 3 Wakil Ketua dewan.
Namun kendati juga berasal dari Partai Gerindra, Ketua DPRD yang berasal dari Partai Gerindra, Dindin Nurohmat tidak ikut walk out dan tetap memimpin rapat.
Namun setelah walk out anggota fraksi Gerindra, Wakil Ketua DPRD Ucuy Mashuri angkat bicara. Ucuy mengaku tak mengerti usulan mobil dinas yang mana yang ditolak oleh Gerindra, karena menurut Ucuy tak ada usulan pembelian mobil untuk pimpinan DPRD pada raperda 2020.
“Entah info (pembelian mobil dinas-red) yang mana karena tidak ada usulan dan pembahasan,” kata Ucuy.
Salah satu anggota DPRD dari fraksi PKB, Acep Dimyati pun menceletuk. “Mungkin Gerindra kemakan hoax,” celetuk Acep yang disambut dengan tawa dari anggota dewan lainnya.
Saat ini rapat paripurna masih berlangsung.
Beberapa anggota Fraksi Gerindra ketika dikonfirmasi terkait walk out saat paripurna beralasan, sikap itu sebagai bentuk penolakan dimasukannya anggaran pembelian mobil pada saat kondisi keuangan sedang defisit.
“Intinya kita menolak pembelian mobil dinas untuk pimpinan,” kata Agil.
Senada dengan Agil, anggota Gerindra lainnya, Bambang menyayangkan dalam kondisi APBD yang defisit ada pembelian mobil dinas.
“Perlu digali defisitnya sebenarnya dimana,” tandasnya. (*)

