Dia juga mengklaim, tulisannya akan mudah dipahami oleh semua kalangan, karena pemilihan kata dan gaya bahasanya ringan sehingga tidak bosan dibaca.
“Contohnya, yaitu saya pergi ke suatu tempat, itu yang saya ceritakan, ketemu siapa, kemana saja kita, dialognya, semacam orang bertutur,” jelasnya.
Menurutnya, prinsip dasar dari tulisan di buku karyanya itu untuk menularkan kepedulian pada daerahnya.
“Kalau kita turun ke desa-desa, akan banyak hal yang bisa kita temui, mulai dari kehidupannya, kesusahannya, potensi desanya, atau budaya lokalnya, banyak yang bisa kita pelajari,” tambahnya.
Dian juga mengatakan, akan terus menulis di saat-saat senggangnya untuk memperbanyak koleksi bukunya.
“Orang itu kalau menulis buku, maka kendati orangnya sudah wafat tapi buah pikirannya, idenya, masih akan dikenang, bahkan dijadikan referensi.” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan awak media. (*)
