Pada konteks ini, Bupati Lebak menyampaikan bahwa Pemkab Lebak terus berusaha dan berikhitiar dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19, melalui sosialisasi, edukasi protokol kesehatan dan program vaksinansi secara bertahap terus ditingkatkan.
Menurut Bupati Lebak, pada masa ini, ada 3 tantangan terbesar yang tengah dihadapi Pemkab Lebak yaitu Pandemi Covid-19, Perubahan Iklim, dan Teknologi Digital. Tantangan terbesar ke 3 terkait Teknologi Digital yang seiring waktu akan terus berkembang di masa depan. Generasi mileneal di Kabupaten Lebak harus memberikan kontribusi, Inovasi dan mengeksplorasi teknologi digital yaitu salah satunya adalah “Aplikasi Terkeren Hub” (terbukaitukeren).
“Ini wujud nyata kontribusi, Inovasi dan Ekplorasi putra daerah Kabupaten Lebak, untuk itu pemerintah daerah terus menekankan kepada setiap OPD untuk cepat merespon dan tanggap dalam layanan informasi publik serta berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat baik melalui media sosial, komunikasi langsung dan maupun media-media lainnya, demi meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik, transparansi dan tata pemerintah yang baik,”ujar Bupati.
Oleh Karena itu, lanjut Bupati dengan adanya Klinik Konsultasi Keterbukaan Informasi Terkeren Hub, diharapkan keterbukaan informasi yang berada di Pemerintah Kabupaten Lebak menjadi lebih baik , serta mendorong inovasi-inovasi lain guna mendorong percepatan visi dan misi Pemkab Lebak, menjadi Pemerintahan yang Baik, Dinamis, Transparan, Bersih dan Akuntabel.
“Untuk itu dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim seraya memohon ridho Allah SWT, dengan ini saya melaunching Klinik Konsultasi Terkeren Hub (#terbukaitukeren). Semoga dengan hadirnya Klinik Konsultasi Terkeren Hub menjadi sebuah Inovasi Baru untuk Badan Publik dan Masyarakat dalam memastikan Indek Reformasi Birokrasi dan iNdek Akuntabilitas Layanan Publik sesuai amanah Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang layanan publik dan Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,”tutupnya. (Red)

