TOPTIME.CO.ID, RANGKASBITUNG – Warga Rangkasbitung dihebohkan dengan adanya pemasangan lampu lamphion di sisi tinur Alun-Alun Rangkasbitung menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Mereka beramai-ramai melalui jejaring facebook menolak pemasangan lampu lampion yang menurut mereka menjadi ciri budaya etnis tertentu sehingga tak tepat dipasang pada perayaan hari kemerdekaan RI.
Dezaro Erwin Sawarna melalui akun facebooknya, Jum’at (16/8/2019) mengunggah gambar lampion di jalan Alun-Alun Rangkasbitung sebelah Timur. Netizen ini menyayangkan pemasangan lampu lampion yg identik dengan etnis tertentu padahal untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74.
Hut RI
Teuing di mana ieu… Tapi asa Di Rangkas ieu mah kaya rek IMLEK
Loba lampion tung garantung
nu masangna komunitas Lampion boa atawa komunitas tuturut munding 😂😂
Padahal Alus keneh ku colen nyah
Maklum lagi trend barang impor tiongkok 😂😂
Puguh kiwari Bangsa kita … Rada Sensitif
Mun bisa mah…. Ganti ku Obor peuting Ieu , jengjreng keun ku bandera supaya semarak nyahhh
Aa Solihin mengomentari dengan mengatakan Pemda lebak tidak menghargai warga lebak maen pasang by budaya luar
Nia Nuryati mengomentari eta oge sae tapi langkung sae d cat ngangge merah putih teras ngange aksara anu aya hubungan na sareng kemerdekaan RI.
Dilah Dilah mengatakan Bulan ini bulan agustus. Bulan hari kemerdekaan. Kenapa gak di pasang bendera merah putih. Aduh. Wah rame iye gera geh..
Aswapi Aman mengatakan Sejak kapan ya Bendera Indonesia dalam HUT RI berubah jadi Lampiooon. ide siapa hayooo yang merubah bendera merah putih jadi Lampionn.
Bahkan ada netizen yang mengajak untuk mencopot paksa lampu lampion tersebuy.
Sedangkan akun salah satu politisi PKS, Sanuji mengatakan Kita keberetan dan menolak.
Karena banyaknya penolakan dari warga, pada sore hari sekitar jam 16.00 sore ini, beberapa orang mencopot lamphion itu. (SYARIF)
