
LEBAK – Perusahaan Pers yang berdomisili dan berijin usaha di Kabupaten Lebak berharap Pemerintah Kabupaten Lebak memberikan perhatian dan membantu perusahaan pers di Lebak yang juga ikut terdampak pandemi agar mampu bertahan dan terus produktif. Ini dikatakan Pengusaha media yang bergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Achmad Syarif, Sabtu (13/2)
Dikatakan Ketua SMSI Lebak, saat ini organisasi SMSI di Lebak memiliki anggota 8 perusahaan yang ijin usahanya di Lebak butuh support dari pemerintah setempat agar tidak gulung tikar.
Bantuan kepada perusahaan media yang dimaksud kata Ketua SMSI Lebak melalui kerjasama sosialisasi yang saling membantu, kerjasama diseminasi informasi, edukasi kepada masyarakat hingga perang melawan hoaks.
Karena kata dia, sisi pendapatan perusahaan media berasal dari kerjasama Iklan Layanan Masyarakat dan iklan dari swasta, yang turun drastis di masa pandemi.
Baca Juga:
- Krakatau Steel Dukung Pembentukan Banten Migrant Center, Perluas Peluang Kerja dan Tingkatkan Daya Saing SDM Banten
- Ketua PPPK PW Lebak Apresiasi Bupati atas Perhatian Gaji ke-13, Ajak Pegawai Tingkatkan Kinerja untuk Lebak Ruhay
- Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat
- Bukan Orang Baru di DPRD, Pengalaman Jadi Modal Utama Sekwan Subhan
- Open Bidding Sekda Lebak, Kompetensi dan Integritas Jadi Faktor Penentu
“Delapan perusahaan ini lahir dan berkedudukan di Lebak, bayar pajak juga di Lebak, maka wajar ada perhatian lebih dari pemerintah setempat untuk membantu perusahaan pers yang berdomisili di Lebak agar bisa bertahan di masa pandemi,” kata Achmad Syarif yang memimpin Top Group Media dan berkantor di Cibadak.
Senada dengan ketuanya, Sekretaris SMSI Lebak, Amsar juga berharap serupa. Kata dia, SMSI adalah asosiasi perusahaan media, yang sedang bertaruh untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan karena dampak pamdemi covid 19.
Halaman:

