Vaksinasi dan Pedagang Asongan

Reporter : Daniel Siahaya – toptime.co.id

Hampir dua tahun pandemi Covid-19 tak beranjak pergi dari Indonesia. Penyebaran virus yang sangat cepat itu seakan mengoyak bangsa ini.

Berbagai problematika pun terus dirasakan oleh semua kalangan. Mulai dari kegiatan ekonomi, sosial dan lainnya harus terbatasi sejenak guna memutus rantai penyebaran virus ini.

Kita tau, peran negara memang terus hadir untuk mengentaskan persoalan ini. Berbagai jurus dan kebijakan pun terus dimainkan oleh pemerintah untuk meredam problem ini dari semua sisi. Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat sampai dengan prorgram vaksinasi.

Awal ketika pemerintah memberikan pengumuman tentang program vaksinasi bagi semua kalangan, berbagai kontroversi pun muncul. Banyak dari sebagian masyarakat yang tak ingin di vaksin lantaran takut dan lain hal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kerja keras dari semua pihak, akhirnya program vaksinasi ini dapat berjalan dengan semestinya. Kesadaran masyarakat dan kepercayaan terhadap vaksinasi ini pun akhirnya membuahkan hasil.

Antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap vaksin pun rupanya membawa keuntungan tersendiri bagi para pedagang asongan.

Banyak dari pedagang asongan yang pada awal pandemi sulit untuk mengais rezeki karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kini, semenjak gencarnya vaksinasi massal sebagian para pedagang asongan pun kembali meraup keuntungan yang fantastis.

Rustam Abdul Ghani, pria kelahiran Bekasi, 27 September 1992 yang sehari-harinya menjual berbagai minuman dingin dan kopi mengaku mendapat keuntungan yang luar biasa selama proses vaksinasi massal berlangsung.

Rustam mengatakan, semenjak adanya pelaksanaan vaksinasi massal omzetnya kembali pulih.

“Awal pandemi, ketika PPKM baru-baru diterapkan itu sepi. Nah, pas gencar-gencarnya program vaksinasi, alhamdulillah ramai lagi yang beli,” kata Rustam, Jumat (10/12/2021).

Pedagang kopi yang biasanya keliling dan mangkal di depan Perumahan Cikunir, Bekasi Selatan itu mengaku ketika awal-awal pandemi dirinya hampir ingin beralih profesi karena sepi pembeli. Sebelum pandemi, dikatakan Rustam, biasanya dia bisa membawa pulang uang Rp.100.000 sampai Rp.150.000 perhari, namun pada saat itu tak bisa.

Meski begitu, dengan kegigihan dan mencoba berbagai strategi, akhirnya dia terus menjalankan usaha yang sudah digelutinya selama beberapa tahun ini.

Berkeliling ke tempat-tempt lain pun dilakukan olehnya. Bahkan, menawar-nawarkan dagangannya kesetiap ruko atau kantor yang buka juga dilakoni oleh dia.

“Selama beberapa bulan saya begitu terus. Nah, mulai ramai itu ketika program vaksinasi digencarkan, akhirnya saya berdagang mangkal saja di kelurahan-kelurahan, atau kecamatan, dan puskesmas dekat rumah.

Alhamdulillah sih, keuntungannya bisa dua hingga tiga kali lipat. Peningkatannya jelas sangat jauh dari sebelum-sebelumnya,” ungkap Rustam.

Saat ini, Rustam mengaku semakin bersemangat dan ingin terus menambah stok dagangannya lantaran mendapat keuntungan yang lumayan selama proses vaksinasi berjalan.

Namun, disisi lain, dirinya juga berharap agar pandemi ini segera berlalu. Dia mengharapkan Indonesia kembali pulih dan sehat agar aktivitas yang dilakukan oleh khalayak dapat normal kembali tanpa dihantui rasa khawatir akan terpapar virus ini.

“Saya juga berharap agar ini (Covid19) segera hilang, jadi saya juga dagang bebas, yang lain juga bisa beraktivitas enak, gak ada rasa was-was kena atau terpapar virus ini,” pungkasnya.

scroll to top