
TOP – Sunan Muria adalah seorang Wali Songo yang sangat berjasa bagi penyebaran islam di nusantara pada daerah pedesaan. Tapi putra Sunan Kalijaga ini dikenal suka menyendiri dan tinggal di desa bersama rakyat biasa demi menyiarkan agama Islam.
Nama Sunan Muria karena beliau tumbuh dan bermukim di bukit Puncak Colo, Gunung Muria, sebelah utara Kota Kudus.
Baca juga:
- Alumni SMAN 1 Rangkasbitung Angkatan 1995 Gelar Halal Bihalal pada 10 Mei 2026
- Amirudin Ma’ruf Siap Ramaikan Bursa Ketua KADIN Cilegon, Bawa Modal Pengalaman Organisasi Pengusaha
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
Sebagai putra dari Sunan Kalijaga, wajar jika beliau dekat dengan ilmu agama Islam. Beliau memanfaatkan pengetahuannya tentang kesenian sebagai sarana dakwah yang efektif. Jiwa seni Sunan Muria inilah yang membuatnya mahir bermain gamelan, wayang, hingga menciptakan lagu yang diselipi nilai-nilai Islam.

Dengan cara dakwah menyerupai Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang itulah beliau berhasil menyentuh hati masyarakat dan membimbing mereka ke jalan keimanan.
Beberapa lagu karya Sunan Muria yang sukses diterima dengan baik oleh masyarakat antara lain Sinom dan Kinanti. Lirik lagu tersebut dirasa menarik karena terselip kisah agama Islam.
Membaurnya Sunan Muria dengan kebudayaan yang telah lebih dahulu tumbuh di masyarakat membuat ajarannya dikenal dengan sebutan “topo ngeli.” Yaitu sebuah cara mengikuti arus tetapi tetap berpegang erat pada prinsip agama Islam. (*)

