Soal Proyek Lapangan dan Parkir SMKN 1 Cikulur, LSM Desak Inspektorat Banten Investigasi

Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Cikulur diduga asal jadi. Pasalnya, baru sebulan selesai dikerjakan pada beberapa bagian sudah terkelupas, bahkan beberapa bagian sudah amblas.

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Penggiat Komunitas Aspiratif (Komunas) meminta Inspektorat Banten memeriksa proses pengadaan barang dan jasa kegiatan pemeliharaan Lapangan Olahraga dan Parkir SMKN 1 Cikulur.

Dikatakan Penggiat Komunas, Iskandar, sungguh aneh bila Kepala SMKN 1 Cikulur selaku PPTK tidak hapal siapa rekanan proyek yang mengerjakan proyek itu.

“Kalau Kepsek sampai salah memberikan informasi siapa rekanannya, terus siapa yang mengusulkan dan menunjuk rekanannya, siapa yang memverifikasi perusahaannya? ” kata Iskandar, Jum’at (25/1/2020)

Untuk itu kata Iskandar, Inspektorat harus segera melakukan investigasi terkait kegiatan kegiatan pemeliharaan Lapangan Olahraga dan Parkir SMKN 1 Cikulur.

Menurutnya, proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN)  1 Cikulur dikerjakan pada bulan Desember, sehingga dengan sisa waktu yang sempit, hanya beberapa minggu bergantinya tahun anggaran akan beresiko terhadap pengabaian kualitas dan administrasi.

“Tanggal 27 Desember menjadi batas akhir pencairan anggaran. Waktu yang sempit sangat rentan pengabaian terhadap kualitas. Dan terbukti terjadi. Baru sebelum sudah rusak,” kata Iskandar.

Selain itu, pengerjaan fisik diakhir tahun juga rentan adanya pengabaian terhadap administrasi kegiatan.

“Kegiatan dianggap selesai, jika pekerjaan di lapangan selesai 100 persen dan pelaporan dokumen juga selesai 100 persen. Jadi fisik selesai, dokumen pelaporan juga selesai,” kata dia.

Sebelumnya, CV Zulfa Bintang Pratama membantah bahwa Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN)  1 Cikulur Kab. Lebak dikerjakan oleh perusahaannya.

Melalui salah satu karyawan bernama Kiki yang diutus menemui TOP TIME, pihak CV Zulfa Bintang Pratama mengaku tidak ada kaitannya dengan Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir SMKN  1 Cikulur.

“Kalau proyek pemeliharaan lapangan dan parkir itu bukan kita (CV Zulfa Bintang Pratama-red) seperti yang diberitakan. Kita pada proyek yang lainnya, dan sudah beres,” kata Kiki karyawan bernama Kiki yang diutus menemui TOP TIME, pihak CV Zulfa Bintang Pratama, Rabu (22/1/2020)

Sebelumnya, pihak sekolah menyebutkan bahwa pelaksana yang mengerjakan CV Zulfa Bintang Pratama.

Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN)  1 Cikulur Kab. Lebak diduga asal jadi. Pasalnya, baru sebulan selesai dikerjakan pada beberapa bagian sudah terkelupas, bahkan beberapa bagian sudah amblas.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020) pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdikbud Provinsi Banten cabang Kabupaten Lebak melalui salah satu stafnya yang bernama Nana Suryana mengaku akan mengecek terkait Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN)  1 Cikulur yang terpantau wartawan sudah rusak kendati baru sebulan selesai dibangun.

Sedangkan pihak rekanan masih belum bisa dimintai tanggapannya karena belum diketahui alamat kantor atau nomor kontak yang bisa dihubungi karena di lokasi tidak ada papan proyek.

Berita ini merupakan laporan dariĀ AMSAR, wartawan bersertifikasi kompetensi muda Dewan Pers.

scroll to top