Close

Program Raskin Sekarang Menjadi Program Sembako

Pergantian nama Program Beras Miskin (Raskin) menjadi Program Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) yang penyalurannya dengan menggunakan sistem E Warung akan melibatkan Bank Mandiri, Bulog dan Dinsos Sendiri hanya sebagai pengawas. hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab Tanjung Jabung Barat, Sarif Saripuddin, Rabu (04/03/2020).

TOPTIME.CO.ID, TANJABBAR – Pergantian nama Program Beras Miskin (Raskin) menjadi Program Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) yang penyalurannya dengan menggunakan sistem E Warung akan melibatkan Bank Mandiri, Bulog dan Dinsos Sendiri hanya sebagai pengawas. hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab Tanjung Jabung Barat, Sarif Saripuddin, Rabu (04/03/2020).

“Namanya bukan raskin lagi, tapi dirubah menjadi sembako. Jadi kalau Raskin itu penyalurannya lewat pemerintah setempat, tetapi kalau sembako ini penyalurannya menggunakan E Warung,” kata Kadinsos.

Tak hanya Sembako, yang mendapat Kartu itu nantinya juga digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). 

“Jadi kartu yang ada PIN nya, yang sudah di miliki oleh para pemilik itu bisa digunakan untuk mengambil sembako dan PKH,” terangnya.

Dijelaskannya lagi, “penyaluran sembako dan PKH tersebut nantinya akan melibatkan Bank Mandiri, Bulog dan Dinas Sosial sendiri. Uang tersebut nanti di transfer dari pusat ke Bank Mandiri kemudian di transfer ke rekening penerima sembako dan PKH. Baru Bulog sebagai pihak yang menyuplai sembako ke warung warung yang telah di tunjuk oleh bank tersebut. Nantinya, masyarakat akan mengambil sembako di warung dengan membawa kartu E warung tersebut, dan Kita (Dinsos-red) hanya sebagai pengawasan program tersebut nantinya,” ucapnya.

Menurutnya, “ada beberapa kriteria bagi para penerima PKH dan Sembako. PKH sendiri memiliki kriteria penerima yakni Ibu menyusui, Ibu hamil, punya anak sekolah, disabilitas dan lanjut usia. Itu semua komponen penentunya,” sebutnya.

Penerima di tahun 2020 ini mengalami peningkatan dari 9.500 penerima menjadi 11 ribu penerima di tahun 2020. Kenaikan itu sendiri bukan berarti jumlah penduduk tidak mampu meningkat, melainkan menurun dari 11,10 menjadi 11,5. Ini mengalami peningkatan penerimanya di bandingkan tahun sebelumnya. 

Berita ini merupakan laporan dari M. Rahim, wartawan TOP TIME yang bertugas di wilayah Tanjab Barat dan sekitarnya. (*)

scroll to top