Close

Meski Sudah Divaksin, Pengetatan Prokes Juga Tak Boleh Diabaikan

Reporter: Daniel Siahaya – Toptime.co.id

Depok – Meski hampir keseluruhan guru dan murid sudah melakukan vaksinasi, namun itu semua tak bisa dipastikan akan terbebas dari Covid-19.

Kita tahu, belum lama ini pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sudah mulai dilakukan diberbagai wilayah yang memasuki zona hijau dan kuning.

Berbagai aturan pun sudah mengatur dan ‘mempersilahkan’ untuk pihak sekolah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas.

Namun, baru-baru ini kita melihat dan mendengar menyusul ditemukannya salah satu murid di SMP Negeri 2 Depok yang terkonfirmasi positif akibat Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto menjelaskan, penangan kasus Covid-19 di SMP Negeri 2 Depok sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok nomor 66 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19.

Dalam salah satu aturannya, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas, apabila ditemukan siswa yang terpapar Covid-19 maka sekolah tersebut harus dihentikan sementara.

Selain itu, melakukan tracing dengan cepat pun dilakukan kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan siswa yang terkonfirmasi positif.

“Pelaksanaan PTMT kita stop selama tujuh hari, diganti dengan belajar dari rumah (BDR). Siswa yang terkonfirmasi positif juga kita lakukan Isolasi mandiri, lalu kita lakukan tracing dengan swab test kepada mereka yang kontak langsung dengan siswa tersebut,” tutur Wijayanto, Senin (8/11/2021).

Wijayanto juga menyatakan, kewaspadaan dalam diri dan pengetatan dalam penerapan akan protokol kesehatan juga menjadi salah satu modal agar dapat terhindar dari serangan virus ini.

Saling mengingatkan satu sama lain juga merupakan kunci dalam memerangi virus ini. “Kita tidak boleh abai atau lalai, harus terus waspada dan harus terus saling mengingatkan tentang protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Sementara Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Depok Sada menceritakan, pihaknya sudah melakukan tracing selama dua hari, yaitu 3 dan 4 November kemarin. Tracing tersebut dilakukan kepada siswa dan guru yang jumlahnya mencapai 98 orang.

“Kemarin pada hari Rabu 3 November, kita melakukan swab test kepada 38 siswa kelas 9E dan 12 guru, hasilnya masih menunggu. Lalu, Kamis 4 November, kita lakukan hal yang sama juga terhadap 40 siswa kelas 7E dan delapan guru yang diswab, semoga saja hasilnya baik,” ungkap Sada.

Sada pun mengimbau kepada semua guru dan murid agar terus memperhatikan protokol kesehatan yang lebih ketat. Dirinya juga berharap agar pandemi ini cepat berlalu, sehingga pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan seperti biasa tanpa dihantui rasa kecemasan akan terpaparnya virus ini.

“Kita berharap agar pandemi ini cepat berlalu, sehingga para guru dan murid dapat belajar dengan nyaman dan tenang,” harap dia.

scroll to top