
Lebak – Sebelumnya pada tahun 2020 kantor Dinas Sosial Lebak pernah di geruduk ratusan anak-anak kaum disabilitas,guna menyerahkan data untuk bantuan disabilitas pada program unggulan Bupati Lebak yakni lebak Sejahtera .
Alhasil hingga saat ini bantuan tersebut yang diajukan oleh perwakilan kaum disabilitas dan di terima oleh pemangku kebijakan di Dinas Sosial Kabupaten lebak tidak ada realisasinya. Hal itu pun membuat gerah para kaum disabilitas.
“Saya kira bantuan untuk anak-anak saya (kaum disabilitas-red) sudah di realisasikan, tapi ketika saya mendapatkan pertanyaan dari masing-masing daerah yang tersebar di lebak mempertanyakan kapan dan kapan bantuan tersebut akan mereka terima, tentu saja pertanyaan ini membuat saya sangat gerah” ujar nofi, Minggu (09/21).
Dikatakan Aktivis perempuan yang juga merupakan ibu angkat mereka kaum disabilitas, bahwa dirinya merasa mempunyai beban moral yang sangat berat manakala dirinya belum bisa mengupayakan kepada ratusan para penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak-hak mereka mendapatkan bantuan dari program unggulan bupati lebak yaitu program lebak sejahtra.
Baca Juga:
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
- Ketua PWI Lebak Kunjungi Ketua DPRD Perkuat Sinergi Informasi
- Perbaikan Jalan Leuwidamar–Pasar Kupa Tahun 2026 Terus Digenjot
“Saya sebetulnya agak bingung juga, Bupati Lebak jelas mencanangkan bahwa program lebak sejahtra ini merupakan program unggulan beliau, namun coba lihat fakta-fakta lapangan yang ada masih saja ada ratusan kaum disabilitas yang belum bisa menerima bantuan dari ibu bupati lebak, sebetulnya ini program yang sangat mulia, dan saya ingin tau benang merahnya ini ada dimana sehingga, ratusan kaum disabilitas sampai saat ini belum pernah mendapatkannya’ tuturnya menjelaskan.
Masih kata Nofi, bahwa dirinya sudah mengagendakan aksi keprihatinan dengan menggandeng beberapa aktivis yang tergabung dalam Gerakan moral penyelamat anggaran rakyat untuk kembali melakukan aksi keprihatinan yang akan di gelar di depan kantor Bupati Lebak.
“Ratusan kaum disabilitas sudah kita invetarisir khususnya mereka yang belum sama sekali menerima bantuan tersebut untuk kembali menggelar aksi keprihatinan, dan titik aksinya adalah Kantor Bupati Lebak sebagai pemangku kebijakaan, dan dalam aksi nanti kita menggandeng beberapa aktivis dari Aliansi Gerakan Moral Penyelamat Anggaran Rakyat, diantaranya, Baralak Indonesia, Badak Banten Perjuangan Kab Lebak, Orator Banten, Kpk-B, Pemuda Pancasila MCB Lebak dan masih terbuka untuk teman teman aktivis yang akan bergabung mendampingi para kaum disabilitas yang hak-haknya telah dikebiri oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.
Sementara itu, saat media ini mencoba menghubungi Kabid terkait yakni Kabid Linjamsos sudah dari minggu minggu kemarin, ketika dihubungi via telponnya selalu saja tidak aktif dan ketika dicoba mendatangi kantornya hanya stafnya yang menjawab “Maaf, pa kabidnya lagi ga masuk kantor”. (Acus)

