
(FJPP) dilanjutkan kembali
TOPTIME.CO.ID – Pembukaan FJPP periode 2 dilakukan secara virtual oleh Ketua Satgas Pandemi Covid-19, Doni Monardo dan Ketua Dewan Pers, Mohammad NUH.
Sebanyak 3030 wartawan dari seluruh Indonesia akan mengikuti program ini selama 8 bulan, antara Mei hingga Desember 2021.
Sebagai fellow, para jurnalis peserta akan secara rutin membuat berita yang mengampanyekan pentingnya perubahan perilaku yang kondusif untuk
pencegahan penyebaran Covid-19. Program FJPP merupakan kerja-sama antara Satgas
Penanganan Covid-19 dan Dewan Pers, dan sebelumnya juga telah berlangsung pada periode Oktober-Desember 2020.
Dewan Pers memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan FJPP. Sikap kritis pers
terhadap cara pemerintah menangani pandemi covid-19 tetap relevan, bahkan semakin relevan.
BACA JUGA:
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
- Ketua PWI Lebak Kunjungi Ketua DPRD Perkuat Sinergi Informasi
- Perbaikan Jalan Leuwidamar–Pasar Kupa Tahun 2026 Terus Digenjot
Namun hal ini tidak menghalangi pers berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan
nilai yang lebih tinggi, yakni visi kemanusiaan membantu menyelamatkan masyarakat dari
pandemi covid-19 melalui sarana komunikasi dan informasi massa.
FJPP ini momentum
bersejarah yang jarang terjadi. Pemerintah berkomitmen membantu para wartawan yang
sedang menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Pers sebaliknya membantu pemerintah mengarusutamakan perubahan perilaku dalam masyarakat untuk menanggulangi
pandemi Covid-19. Namun, kedua pihak menyadari FJPP tidak dimaksudkan untuk mengurangi sikap kritis pers terhadap pemerintah.
Halaman: