Untuk jangka panjang kata Hamdan, drainase dalam kota harus dinormalisasi secara menyeluruh. Terutama drainase di titik-titik yang menjadi langganan banjir.
“Iya kita akan konsen terhadap Masalah banjir dalam kota ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mencatat banjir yang terjadi telah merendam sebanyak 1.273 rumah dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.
“Berdasarkan perhitungan, kerugian diperkirakan sekitar Rp 4,8 miliar dan sudah kita laporkan kepada pemerintah daerah,” paparnya.
Kerugian itu dihitung melihat bagaimana kerusakan infrastruktur, kerusakan peralatan rumah tangga yang terendam banjir. Namun, kerugian terbesar didominasi oleh aktivitas ekonomi yang lumpuh akibat banjir.
“Seperti warga tidak bisa bekerja karena banjir dan aktivitas ekonomi lainnya yang berhenti atau tidak bisa dilakukan karena dampak banjir tersebut,” ungkap Febby.
Kata Febby, dari kemarin (Selasa-red), pihaknya bersama Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah bergerak membersihkan sampah di drainase yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir.
“Dari kemarin sudah dilakukan, kita antisipasi agar tidak terjadi dan kalau pun banjir bisa lebih cepat surut,” ucapnya.(Red)

