
LEBAK – Pasca banjir yang mengepung sejumlah ruas jalan dalam kota Rangkasbitung yang terjadi Selasa (14/9), Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Setempat langsung melakukan langkah cepat dengan melakukan pengerukan dan normalisasi gorong-gorong dan saluran air yang diduga menjadi penyebab banjir akibat tersumbat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lebak, Hamdan Soleh mengatakan, untuk jangka pendek Dinas PUPR akan melakukan upaya mengerukan terhadap saluran air karena terjadi pendangkalan.
“Iya kita menduga banjir dalam kota ini akibat adanya penyumbatan oleh sampah juga pendangkalan. Untuk itu kita akan lakukan pengerukan lumpur yang mengendap,” kata Hamdan Soleh, kepada media di ruang kerjanya, Rabu (15/9).
Lanjut Hamdan, Dinas PUPR bersama BPBD dari awal banjir pada Selasa, telah melakukan upaya menyedotan genangan air menggunakan mesin pompa penyedot.
“Alhamdulillah dengan mesin pompa penyedot ini, dalam mempercepat surut genangan banjir dibeberapa titik,” ujarnya.
Baca Juga:
- Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional dari Ketua Korpri Kabupaten Lebak
- Pemerintah Terbitkan Permenhut 6/2026 Masyarakat Adat dapat Manfaat Ekonomi dari Karbon
- Kritik Kondisi Keamanan, PMII Banten Desak Kapolri Segera Ganti Kapolda Banten
- Kolaborasi PWI Lebak dan Dindik, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Daerah
- HMI Banten Soroti Kepemimpinan dan Kinerja Polda Banten
Menurutnya, selain penyumbatan dan pendangkalan saluran air, Hamdan juga mengakui banyak bangunan atau gedung yang menutup saluran air disekitarnya. Bahkan, alih fungsi lahan yang terjadi juga menjadi penyebab banjir di ruas dalam kota semakin memperparah keadaan.
“Memang banyak faktor, kita juga melihat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih rendah, karena hampir 60 persen penyumbatan drainase ini akibat sampah,” terang Hamdan.
Halaman:


