Carut Marut Program Hibah Air MBR PDAM di Lebak, Ada yang Asal Pasang, Sampai yang Setahun Terpasang Tapi Air Gak Ngocor

Warga menunjukkan meteran air yang tak ada aliran air kendati sudah setahun terpasang

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Program Hibah Air
Minum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada 2018 silam menyisakan masalah.

Warga Kp. Peujeh Desa Cibadak, Agus mengaku kendati tak berminat dan tak pernah daftar, di depan rumahnya juga pernah ada petugas PDAM yang memasang sambungan ke rumahnya lengkap dengan meteran air dan kran. Kata dia, banyak warga di kampungnya yang dipasangi sambungan rumah (SR) berikut alat ukur meterannya. Anehnya, kata Agus dirinya tidak pernah merasa mendaftar untuk jadi pelanggan PDAM.

“Ngapain juga saya pasang PDAM, kan saya sudah punya jet pump,” kata Agus.

Lebih lanjut kata Agus, karena tidak pernah mendaftar dia pun tidak membayar dan tidak pernah menerima tagihan.

“Sekarang sudah tidak ada instalasinya. Cuma heran aja, ngapain buang-buang biaya masang sambungan di rumah orang yang gak minat pasang,” kata Agus, Jum’at (25/10/2019)

Ketika ditanya apa pernah ada petugas survey dari PDAM sebelum sambungan rumah dipasang, Agus menegaskan tak pernah bertemu dengan petugas survey.

Warga menunjukkan alat pengukur yang tak ada sambungan air

“Gak ada, tau-tau sudah terpasang aja di halaman rumah saya. Tapi saya biarkan, kalau saya cabut takut kena pidana. Kalau sekarang sih sudah dicabutin lagi sama PDAM. Yang ada di rumah lainnya juga dicabut, kecuali yg bayar,” imbuhnya.

Kata Agus, dia menyayangkan, PDAM tidak memastikan dulu mana warga yang benar-benar mau pasang atau tidak.

“Ya sayang aja, uang dibuang percuma, masang di rumah orang yang gak mau pasang,” ketusnya.

Sementara itu warga di desa lainnya, yaitu Muhamad Nawawi (53) warga Rancasema Pasir Desa Kaduagung Timur Kec. Cibadak mengaku dirumahnya juga ada sambungan PDAM. Namun hingga saat ini air tidak mengalir.
“Sudah hampir setahun dipasang, tapi belum pernah ada air,” kata Nawawi, Jum’at (25/10/2019)

Namun kata Nawawi, saat dipasang, petugas mengatakan tidak usaha bayar tagihan, karena belum ada airnya.

“Mungkin karena airnya tidak bisa naik,” kata dia.

Sebelumnya, beberapa warga di Kaduagung Timur Kecamatan Cibadak mempertanyakan pemasangan alat pengukur meteran air namun tidak ada sambungan air.

*BACA JUGA BERITA SEBELUMNYA : https://toptime.co.id/koq-bisa-program-hibah-mbr-pdam-meteran-airnya-dipasang-tapi-tidak-ada-sambungan-pipa/

Dengan nada kesal, wanita ini menunjukkan alat ukur yang menurutnya tak ada sambungan pipa airnya tersebut.

“Kumaha PDAM, ja teu dipasang-pasang, teu aya sambungana ieu? (gimana PDAM, koq gak dipasang-pasang ini, gak ada sambungannya ini ?-Red),” kata warga yang terekam TOP TIME.CO.ID.

Tak hanya wanita ini, beberapa ibu rumah tangga lainnya juga menunjukkan pemasangan alat pengukur meteran air tanpa sambungan pipa saluran PDAM.

Sementara itu seorang penggiat sosial di Kecamatan Cibadak mengaku pernah menelusuri di wilayah Desa Kaduagung Timur dan mendapati banyak rumah warga yang ada pemasangan alat pengukur meteran air tanpa jaringan pipa air PDAM.

“Entah apa maksudnya, spedometer dipasang, tapi tidak ada pipa sambungan air PDAM,” kata sumber ini.

Dia menduga, karena pengerjaannya berbeda rekanan antara pemasang meteran, bagian pemasangan pipa, sehingga daerah yang belum terpasang pipa malah ada rumah warga dipasangi spedometer.

Penggiat sosial ini menduga kejanggalan itu karena PDAM mengejar target jumlah pelanggan.

Kata penggiat ini, ada indikasi untuk mengejar target program hibah MBR. Padahal sambungan pipa tidak ada, tapi alat pengukur airnya dipasang.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Multatuli belum bisa dimintai tanggapannya.

Saat TOP TIME mendatangi kantor PDAM (18/10/2019) Direktur PDAM sedang tidak ada di kantornya. Seorang petugas security mengatakan jajaran pejabat di PDAM sedang tidak ada di kantor.

“Direktur dan para kasubag belum ada. Yang ada cuma staf bagian umum,” kata petugas security, Jum’at (18/10/2019)

Begitu pun saat TOP TIME.CO.ID, Rabu (23/10/2019) mengirimkan video warga yang mempertanyakan program hibah MBR air minum tersebut, kendati sudah centang biru yang menandakan pesan dibaca, tapi Oya Masri tidak merespon.

Berdasarkan Pedoman Pengelolaan Hibah Air Minum yang bersumber dari APBN, sebelum pemasangan SR dilakukan Kegiatan Baseline Survey dan Verifikasi.

Penilaian kelayakan pemerintah daerah dalam mengikuti Program Hibah Air
Minum akan dilakukan berdasarkan baseline survey. Selanjutnya penilaian
peserta Program Hibah Air Minum untuk mendapatkan pencairan dana hibah
akan dilakukan berdasarkan proses verifikasi. (ISKANDAR/SYARIF)

scroll to top