
LEBAK – Aktifis dari Komunitas Kaloncing, Achmad Syarif, mendesak agar DPRD Lebak segera memanggil Plt Sekda untuk dilakukan tinjau ulang komposisi jabatan di PDAM Lebak mulai dari direktur hingga pengawas.
Kata Syarif, tidak tertutup dia bersama elemen lainnya akan melakukan aksi unjukrasa sebagai bentuk penolakan atas penunjukan pensiunan dan eks napi pada posisi direktur dan pengawas di PDAM.
“PDAM tiap tahun ada penyertaan modal dari pemerintah. Jadi tak bisa sembarangan menunjuk orang menjadi direktur dan pengawas, harus selektif,” tandas Syarif.
Dikatakan Syarif, ada kemunduran besar di tubuh BUMD itu jika melihat komposisi pejabat PDAM pasca mundurnya Oya Masri yang malah diisi oleh para pensiunan PNS.
Baca Juga:
- Alumni SMAN 1 Rangkasbitung Angkatan 1995 Gelar Halal Bihalal pada 10 Mei 2026
- Amirudin Ma’ruf Siap Ramaikan Bursa Ketua KADIN Cilegon, Bawa Modal Pengalaman Organisasi Pengusaha
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
Dikatakan Syarif, PDAM sebagai badan usaha milik daerah, selain menjadi bagian pelayanan bagi pelanggan juga harus bisa meraup profit. Jika melihat komposisi direktur dan pengawas yang ada saat ini, dirinya sangat ragu hal itu akan tercapai.
Kata Syarif, PDAM jangan jadi tempat reuniannya para pensiunan PNS, bahkan ada pengawas yang pernah tersandung kasus korupsi. Selain itu, kata dia, sebuah organisasi yang baik tentu harus ada regenerasi kepemimpinan.
Untuk itu kata Syarif, sebaiknya openbidding dilakukan untuk posisi jabatan direktur dan pengawas di PDAM.
Halaman:


