Baca Sinyal Desmond, Keluarga Jayabaya Daftar Cabub Pandeglang

Hari ini Pengusaha Asal Lebak, Nabil Jayabaya mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Pandeglang di Kantor DPC Partai Gerindra Kab. Pandeglang, Senin (4/11/2019)

TOPTIME.CO.ID, PANDEGLANG – Hari ini Pengusaha Asal Lebak, Nabil Jayabaya mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Pandeglang di Graha Mahesa Serang, Senin (4/11/2019)

Pengambilan formulir diwakili oleh salah satu Keluarga H. Mulyadi Jayabaya (JB) yaitu H. Agus R Wisas.

Dikatakan H. Agus R Wisas, pengambilan formulir pendaftaran tersebut sebagai bentuk kesungguhan keluarga JB (Jayabaya-red) akan ikut Pilkada Pandeglang

“Kita menyambut baik dan berterima kasih kepada pak Desmond Mahesa atas pernyataannya beberapa waktu lalu. Atas arahan beliau (Desmond-red) juga kami mengikuti mekanisme partai Gerindra.

Sebagaimana dikutip dari rmolbanten.com, insiden pelarangan helikopter yang ditumpangi Prabowo Subianto di Pandeglang saat Pilpres lalu berbekas dan membuat sakit hati kader Gerindra termasuk Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa.

Atas alasan itu, Partai Gerindra bertekad merebut kekuasaan di Pandeglang yang dikuasai keluarga Ahmad Dimyati Natakusumah (ADN) lewat Pilkada pada 2020 mendatang.

Desmond menceritakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang akan bersilaturahmi ke Pesantren Cidahu Pandeglang menemui Abuya Murtadho tidak mendapatkan izin untuk mendaratkan pesawat Helikopter di Alun-alun Pandeglang oleh Irna Narulita.

Negosiasi mentok, pesawat tidak boleh turun di Alun-alun.

Akibat pelarangan itu, pesawat akhirnya mengalihkan pendaratan helikopter tersebut di Lapangan Sepak Bola Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Padahal, Prabowo itu sengaja terlebih dahulu mendatangi pesantren untuk kemudian meresmikan Gedung DPD Gerindra Banten yang diberi nama Graha Mahesa di Lingkungan Kerundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dan akan menyapa masyarakat Banten di rumah aspirasi di Cipocok Jaya, Kota Serang.

Perlakuan petahana itu rupanya berbekas buat Desmond yang menjabat Ketua DPD Gerindra Banten dan berusaha sekuat tenaga merebut kekuasaan yang selama ini di kuasai trah Dimyati Natakusumah.

“Kita melawan, masa kita gak melawan, masa saya harus kompromi sudah jelas saat itu Irna tidak izinkan pesawat kami mendarat di Pandeglang,” tegasnya di Rumah Aspirasi Gerindra Banten, Minggu (6/10) lalu.

Menurut Desmond kalau partai Gerindra tidak mengusung kader sendiri, Gerindra akan mendukung keluarga Jayabaya di Pilkada Pandeglang melawan keluarga Dimyati Natakusumah.

Desmond menegaskan di Pilkada Pandeglang, Partai Gerindra sudah bulat melawan petahana tinggal berhitung, siapa yang bisa mengalahkan petahana.

“Jelas kalau di Pandeglang perintahnya lawan. Siapa saja yang mendaftar di Gerindra, harus bisa mengalahkan Irna Narulita itu saja. Kita senang keluarga Jayabaya mau nyalon di Pandeglang,” ujarnya. (*)

scroll to top