Carut Marut Program Hibah Air MBR 2018 di Lebak, Begini Penjelasan Pusat Soal Cara Verifikasinya

Warga menunjukkan meteran air yang tak ada aliran air kendati sudah setahun terpasang

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Terkait dengan keluhan warga Kecamatan Cibadak dan kritikan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) yang mempertanyakan kegiatan Hibah Air Minum MBR tahun 2018, TOP TIME mencoba menggali informasi terkait mekanisme verifikasi penerima manfaat Hibah Air Minum berbasis Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Ketua Central Project Management Unit (CPMU) Program Hibah Air Minum, Ade Syaeful Rachman, ST, MT saat dihubungi TOP TIME, Sabtu (2/11/2019) melalui pesan whatsappnya ketika disinggung adanya pelanggan PDAM yang dirumah terpasang alat meter berwarna kuning sebagai ciri-ciri pemanfaa program Hibah Air Minum MBR namun sejak awal dipasang tak ada air, dia menegaskan pada kasus seperti itu sudah pasti pada saat verifikasi tidak memenuhi syarat hibah dan masuknya program reguler PDAM.

Verifikasi oleh BPKP mengambil sampling kurang lebih 10 persen.

“Verifikasi kelengkapan data-data dulu untuk semua calon penerima, setelah itu baru cek sampel lapangan yang metodenya oleh BPKP.

*BACA JUGA : https://toptime.co.id/carut-marut-program-hibah-air-mbr-pdam-di-lebak-ada-yang-asal-pasang-sampai-yang-setahun-terpasang-tapi-air-gak-ngocor/

Sambungan Rumah (SR) dipasang oleh PDAM, diverifikasi oleh BPKP untuk memastikan keberfungsian dan juga masuk tidaknya kategori MBR.

Warga menunjukkan meteran air yang tak ada aliran air kendati sudah setahun terpasang

** BACA JUGA INI : https://toptime.co.id/lsm-desak-ada-audit-khusus-soal-program-hibah-air-minum-mbr-pdam-di-lebak/

Ketika ditanya apa sebelum dipasang SR, calon pelanggan ada mengisi formulir kesediaan berlangganan ? Ketua CPMU Program Hibah Air Minum ini menjawab ada dan harus memang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

***BACA JUGA YG INI YA : https://toptime.co.id/soal-desakan-kumala-agar-bupati-copot-direktur-pdam-begini-tanggapan-dprd/

Ketika ditanya apakah sampling 10 persen oleh BPKP bisa menjamin keakuratan verifikasi keseluruhan, Ketua CPMU mempersilahkan menanyakannya informasi detailnya ke Konsultan Menejemen Teknis (KMT) yang bernama Kukuh.

Warga menunjukkan meteran air yang tak ada aliran air kendati sudah setahun terpasang

Namun hingga berita ini diunggah TOP TIME belum bisa mendapatkan hubungan kontak dengan KMT.

**** BACA DULU INI, JANGAN TERLEWAT : https://toptime.co.id/soal-program-hibah-mbr-dan-layanan-buruk-kumala-desak-bupati-copot-direktur-pdam/

Sebelumnya juga diberitakan TOP TIME adanya sejumlah pengakuan warga di Desa Kaduagung Timur dan Cibadak Kec. Cibadak terkait carut marut program hibah air minum MBR di wilayahnya. Ada yang sudah setahun terpasang meter pengukur namun tak ada air yang mengalir. Di lain tempat malah banyak warga yang tak mendaftar tapi di rumahnya dipasangi sambungan air.

Warga menunjukkan meteran air yang tak ada aliran air kendati sudah setahun terpasang

Di desa lainnya, warga Kp. Peujeh Desa Cibadak, Agus Jaelani mengaku kendati tak berminat dan tak pernah daftar, di depan rumahnya juga pernah ada petugas PDAM yang memasang sambungan ke rumahnya lengkap dengan meteran air dan kran. Kata dia, banyak warga di kampungnya yang dipasangi sambungan rumah (SR) berikut alat ukur meterannya. Anehnya, kata Agus dirinya tidak pernah merasa mendaftar untuk jadi pelanggan PDAM.

“Ngapain juga saya pasang PDAM, kan saya sudah punya jet pump,” kata Agus.

Lebih lanjut kata Agus, karena tidak pernah mendaftar dia pun tidak membayar dan tidak pernah menerima tagihan.

Sebelumnya, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) meminta Bupati Lebak, H. Iti Octavia Jayabaya mencopot Oya Masri dari jabatannya sebagai Direktur PDAM Tirta Multatuli. Ini ditegaskan Ketua Departemen Advokasi, Media dan Propaganda Kumala, Angga, Sabtu (26/10/2019) petang kepada TOP TIME.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Multatuli, Oya Masri masih belum bisa dimintai tanggapannya atas program MBR, layanan yang dinilai buruk dan desakan agar dirinya dicopot.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Minggu (27/10/2019) pagi hingga berita ini diunggah belum merespon. Begitu pun sebelumnya, saat pertama kali meminta konfirmasi terkait program hibah air minum MBR, ketika disambangi ke kantornya Direktur tak ada di kantor dan ketika di kirim pesan whatsapp tak merespon.

Beberapa pejabat di PDAM juga enggan berkomentar karena menurutnya kegiatan MBR bukan bagiannya. (*)

scroll to top