
Lebak – Pernyataan bahwa pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak harus bertanggung-jawab hal ini disampaikan oleh Nanang Roesnandar Hr, Ketua Lebak, LSM Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pembangunan (FKMPP) Banten.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden tersebut,”katanya Senin, (23/11).
Menurut pendapatnya, karena pada tahun 2021 saja, rehab gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) cukup banyak, namun sepertinya patut dipertanyakan penilaian dari Dinas atas skala prioritas dalam menentukan sekolah mana yang harusnya lebih diutamakan atau diprioritaskan.
Baca Juga:
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
- Ketua PWI Lebak Kunjungi Ketua DPRD Perkuat Sinergi Informasi
- Perbaikan Jalan Leuwidamar–Pasar Kupa Tahun 2026 Terus Digenjot
Jangan terkesan tebang pilih lanjut Nanang, sehingga yang nyata-nyata perlu disegerakan justeru terabaikan. Seperti sekolah-sekolah menengah yang berkedudukan di kota yang justeru mendapat skala prioritas, sementara yang berada jauh dari Kota Kabupaten di nomorduakan.
“Saya melihatnya seperti itu dan dikuatkan dengan fakta bahwa memang seperti itu adanya. Jadi, jangan sampai Disdik dalam hal ini bidang SMP, terkesan dan ‘Diduga‘ hanya lebih ingin menonjolkan sekolah-sekolah menengah di perkotaan lebih bagus.” kata Nanang dengan nada kerasnya kepada wartawan.
Padahal kata dia, tujuan dari diadakannya bantuan rehab lebih kepada faktor kebutuhan karena keadaan gedung sekolah tersebut sudah harus mendapatkan rehabilitasi. Ia menduga, Disdik lebih mengedepankan sisi bisnisnya dalam menentukan sekolah mana yang akan mndapatkan rehabilitasi.
“Oleh karena itu, Saya meminta Aparat Penegak Hukum(APH), untuk segera mengambil langkah-langkah kongkrit dengan melakukan penyelidikan dugaan adanya ‘main mata’ dlm menentukan pemilihan sekolah yang akan mndapatkan rehab,” katanya dengan tegas.
Diberitakan sebelumnya, setelah sehari sebelumnya ruang kelas SMPN 2 Gunungkencana roboh, hari ini, Selasa (23/11/2021), sekitar pukul 13.00 WIB ruang Laboratorium (Lab) milik SMPN 1 Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten roboh, di duga akibat bangunan yang sudah rapuh. Dalam kejadian tersebut dikabarkan lima orang siswa menjadi korban tertimpa puing-puing bangunan yang ambruk. (Acus)
