
Lebak .- Nurjen (35) harus rela kehilangan kaki sebelah kanannya karena diamputasi akibat penyakit Diabetes ,luka yang dideritanya tidak meluas kebagian tubuh lainnya.
Bapak 3 anak yang tinggal di Kampung Ranca Caruluk, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak harus berjalan dengan langkah tertatih-tatih untuk berjalan keluar rumah dengan menggunakan tongkat yang setia menemaninya sejak 8 tahun silam.
Keterbatasan fisik dan penderitaan yang dia alami saat ini tidak menyurutkan tekadnya untuk mencari nafkah demi menghidupi istri dan tiga orang anak tercintanya.
” Semenjak kaki kanan saya diamputasi sekitar tahun 2012 silam kini saya harus menahan malu dan frustasi. Dengan kondisi begini saya ga bisa bekerja seperti orang-orang. Saya terpaksa bekerja hanya dengan meminta belas kasihan orang lain,” ungkap Nurjen kepada Wartawan.Jumat, (29/1/2021)saat ditemui di rumahnya yang kondisinya juga sangat memprihatinkan.
Baca juga …!!!
- Mahasiswa KKM STISIP Banten Raya Kelompok 5 Gelar Workshop Digital Marketing untuk Tingkatkan Literasi Digital
- Jum’at Berkah, Kapolres Lebak Bagikan Makan Gratis kepada Warga
- Buka Rakernis Korlantas 2026, Wakapolri Tekankan Smart Policing dan Pelayanan Humanis
- ‎Delapan Desa di Lebak Tinggal Menunggu Pelantikan PAW, DPMD Tunggu Surat Bupati
- Aset Mewah Sitaan Kasus EDC Cash dari Kejari Bekasi Jadi Buruan di BPA Fair 2026
Dirinya mengaku malu dengan pekerjaannya saat ini yang hanya mengharapkan belas kasihan orang yang setiap hari harus dijalani karena terpaksa dengan kondisi saat ini, demi menutupi kebutuhan sehari hari yang serba kekurangan.
” Anak saya tiga, yang satu sudah berhenti sekolah, karena sudah ga ada biaya. Saya juga tidak mau selamanya seperti ini, malu.
Saya memohon dan berharap ada pemerintah atau dermawan yang mau berbaik hati memberikan kaki palsu dan sedikit modal serta bimbingan untuk membuka usaha apa saja di rumah, karena saya tulang punggung keluarga satu satunya, anak-anak saya belum ada yang dewasa,” ucapnya dengan raut muka yg melas
Sementara itu ketua Karang Taruna Desa Bojongleles melalui humasnya , Uu mengatakan, ” saya juga kasihan melihat tiap hari dia harus keliling kota Rangkasbitung untuk mengharapkan belas kasihan orang lain beban dia di keluarga karena tulang punggung keluarga, saya berharap ada perhatian dari pemerintah maupun dermawan untuk meringankan beban hidup nya.
Kami dari Karang Taruna memohon kepada pemerintah untuk memberikan kaki palsu dan modal usaha dan kami juga akan ikut membina agar dia dapat mandiri.(Red)