Wabup Lebak Lakukan Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting, Sekaligus Pengukuhan Bapak/Bunda Asuh Untuk Anak Stunting.

Pengukuhan Percepatan Penurunan.Sunting (TPPS) di Aula Multatuli Lebak Banten

Lebak,- Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lebak menghadiri Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting, Sekaligus Pengukuhan seluruh Camat, Danramil dan Kapolsek serta Ketua TP PKK Lebak sebagai Bapak Dan Bunda Asuh Anak Stunting di Kabupaten Lebak.

Pengukuhan dilakukan di Aula Multatuli Setda Lebak, Kamis (15/9/2022) dan dihadiri Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Dr. Dadi Ahmad Roswand beserta jajarannya, Unsur Polres Lebak, Unsur Kodim 0603/Lebak, Para Kepala OPD Terkait, Ketua TP PKK Lebak, Ani Sumardi, Satgas Percepatan Penurunan Stunting, JP4M Dan Perwakilan Perguruan Tinggi, Kordinator PKB/PLKB Lebak serta Genre Lebak.

Selain pengukuhan Wabup Lebak juga membacakan deklarasi serta melakukan penandatangan komitmen dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebakb.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Wabup Lebak menjelaskan dalam upaya percepatan penurunan stunting diperlukan adanya kordinasi yang sinergi seluruh stakeholder mulai dari pemerintah pusat sampai tingkat desa, dimana bentuk sinergi salah satunya melalui rekonsiliasi atau diskusi terarah guna mewujudkan kesepahaman bersama dalam mensukseskan pengentasan stunting di Kabupaten Lebak.

“Melalui rekonsiliasi percepatan penurunan stunting ini diharapkan dapat melahirkan sebuah komitmen antar pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten Lebak serta terwujudnya keselarasan program konvergensi lintas OPD dan Mitra di Kabupaten Lebak” Ungkap Wabup Lebak

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga mengajak peserta lainnya agar siap dan mau menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk komitemen Kabupaten Lebak terhadap percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Lebak. Lebih lanjut, Ade menyampaikan bahwa Pemkab Lebak telah berinovasi membuat Jumat ” Serius” (Seribu untuk Stunting) yakni gerakan peduli anak stunting dengan menyisihkan uang 1000 rupiah, setelahnya dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Baznas Kabupaten Lebakuntuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi keluarga beresiko stunting.protokollebak Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr Dadi Ahmad Roswandi, M.Si mengapresiasi atas dikukuhkannya seluruh Danramil se Kabupaten Lebak, Kapolsek se Kab Lebak dan seluruh Camat di Kabupaten menjadi Bapak Asuh Asuh Anak Stunting dan Ketua TP. PKK Kabupaten Lebak sebagai Bunda Asuh Anak Stunting dan Gerakan Jumat “Serius” sebagai Inovasi Kabupaten Lebak untuk menekan jumlah anak stunting di Kabupaten Lebak.
.
Lebih lanjut Dadi menyampaikan Program Bapak Asuh Anak Stunting merupakan salah satu program BKKBN sebagai bentuk kepedulian sosial dan role model yang dapat dicontoh oleh para birokrat, pengusaha, tokoh masyarakat dan berbagai kalangan sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebak.
.
Dadi juga berharap masyarakat ikut tergerak untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk dapat bergabung menjadi Bapak/Bunda Asuh Stunting. Dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk menyediakan makanan sehat bergizi kepada keluarga resiko stunting.
.
“Karena begitu pentingnya penanggulangan stunting ini, maka Gubernur Banten telah mencanangkan program Cegah Stunting dan sudah menjadi rencana kerja hingga pada 2022 dapat terelisasi , dimana di tahun ini jumlah stunting masih sekitar 24,5 % , dan diharapkan pada 2024 dapat ditekan hingga 14 persen, sedangkan gizi buruk di 2020 sudah tidak ada lagi kasus gizi buruk.” Pungkas Dadi.

scroll to top