Vaksinasi Massal Bawa Berkah Bagi Pedagang Asongan

Reporter: Daniel Siahaya – Toptime.co.id

Hampir dua tahun pandemi Covid-19 masih terus menyelimuti Indonesia. Penyebaran virus yang sangat cepat dan fluktuatif itu seakan mengoyak bangsa ini.

Berbagai problematika pun terus dirasakan oleh semua kalangan, mulai dari kegiatan ekonomi, sosial dan seterusnya harus terbatasi sejenak guna memutus rantai penyebaran virus ini.

Kita tau, peran negara memang terus hadir untuk mengentaskan persoalan ini. Berbagai jurus dan kebijakan pun terus dimainkan oleh pemerintah untuk meredam problem ini dari semua sisi. Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat sampai dengan prorgram vaksinasi.

Awal ketika pemerintah memberikan pengumuman tentang program vaksinasi bagi semua kalangan, berbagai kontroversi pun muncul. Banyak dari sebagian masyarakat yang tidak ingin di vaksin lantaran takut dan lain hal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kerja keras dari semua pihak, akhirnya program vaksinasi ini dapat berjalan dengan lancar. Bentuk kesadaran masyarakat dan kepercayaan terhadap vaksinasi ini pun akhirnya membuahkan hasil.

Antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap vaksin pun rupanya membawa keuntungan tersendiri bagi para pedagang asongan.

Banyak dari pedagang asongan yang pada awal pandemi sulit untuk mengais rezeki karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kini, semenjak gencarnya vaksinasi massal sebagian para pedagang asongan pun kembali meraup keuntungan yang fantastis.

Ahmad Muchlis, pedagang berbagai minuman dingin dan kopi keliling mengaku mendapat keuntungan yang melambung tinggi selama proses vaksinasi massal berlangsung.

Muchlis mengatakan, semenjak adanya pelaksanaan vaksinasi massal omzetnya kembali pulih.

“Awal pandemi, ketika PPKM awal itu sepi sekali. Karena ada pembatasan kegiatan masyarakat kan, nah, pas gencar-gencarnya program vaksinasi, alhamdulillah ramai lagi yang beli,” ungkap Muchlis, Sabtu (23/10/2021).

Pedagang kopi yang biasanya keliling dan mangkal di seputaran Perumahan Galaxy, Bekasi Selatan itu juga menceritakan, ketika awal-awal pandemi dirinya hampir putus asa dan ingin beralih profesi karena biasanya dia bisa membawa pulang uang Rp.100.000 sampai Rp.150.000 perhari, namun pada saat itu tidak bisa.

Meski begitu, Muchlis mengaku tetap bertahan dengan usaha yang sudah digelutinya selama bertahun-tahun. Berbagai strategi pun diterapkannya, mulai dari mencoba peruntungan di wilayah lain sampai menawar-nawarkan dagangannya kesetiap ruko atau kantor yang buka.

“Selama beberapa bulan saya begitu terus. Nah, mulai ramai itu ketika program vaksinasi, akhirnya saya berdagang mangkal saja di kelurahan-kelurahan, atau kecamatan, dan puskesmas dekat rumah.

Saya rasa ini berkah vaksinasi, saya bisa meraup keuntungan dua hingga tiga kali lipat. Peningkatannya jelas sangat jauh dari sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Saat ini, Muchlis mengaku semakin bersemangat dan ingin terus menambah stok dagangannya lantaran mendapat keuntungan besar selama proses vaksinasi berjalan.

Namun, disisi lain, dirinya juga berharap agar pandemi ini segera berlalu. “Saya juga berharap agar ini (Covid19-red) segera hilang, jadi saya juga dagang bebas, gak ada rasa was-was terpapar virus ini,” pungkasnya.

scroll to top