Sarimin, Oh Sarimin yang Lupa Membeli Masker

Reporter: Ace Sumarli


Feature – Kesulitan atau kemudahan bisa menimpa siapa saja, di waktu yang tak bisa diprediksi. Tempatpun tak bisa diperkirakan, dimana peristiwa tersebut akan terjadi. Sedih atau sudah, bisa kapan saja menimpa siapapun.

Seperti yang dialami Sarimin, warga Julat, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak. Pria 32 tahun tersebut pernah mengalami kesulitan dan kemudahan dihampir dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana tidak, beberapa menit sebelumnya, Sarimin sedang berduka cita namun di waktu yang sama dia juga bahagia.

Pagi itu, Sarimin menemui kawannya di bilangan Rangkasbitung menggunakan motor mio tua miliknya. Memanfaatkan waktu senggang, dia ingin menyambangi sahabat sejatinya, Rojali yang menjadi sopir angkutan umum di bilangan Mandala, Rangkasbitung.

Sekira satu kilometer perjalanan, dia baru tersadar bahwa di kepalanya belum mengenakan helm. Seketika, Sarimin pun balik kanan karena tak mau perjalanannya bermasalah karena tidak taat standar keselamatan berkendara di jalan raya. Dilalah, sampe depan rumah ketika menyetandarkan motor satu-satunya yang dia miliki itu, ternyata helm yang dia butuhkan tergantung di bagian belakang jok kendaraan yang dia tumpangi.

“Wualaaah, ternyata helmnya ada di motor. Haduuh, udah jauh-jauh jalan, lalu balik lagi. Ternyata barangnya nempel di motor,” kata Sarimin bicara sendiri mengomeli kebodohannnya sendiri.

Tau helm yang dibutuhkan sudah tersangkut di motornya, Sarimin pun kembali menunggang kuda besi hasil kreditan yang baru lunas tersebut. Dia tancap gas lebih kencang dari yang sebelumnya, maklum dia mengetahui sudah membuang waktu sekitar 30 menit untuk sesuatu yang tak perlu terjadi tersebut. Sarimin pun ngebut, tak seperti biasanya.

Seperti kejadian yang pertama, kali ini Sarimin pun mendadak menginjak pedal rem. Laju motornya melambat cukup cepat, walau tidak sampai membuat ban-nya bersuara karena bergesekan dengan aspal. Apa gerangan yang membuat Sarimin mengerem mendadak? Rupanya kali ini dia lupa menggunakan masker.

“Maskerku dimana,” ujarnya kembali bergumam sambil menginjak keras pedal rem.

Tak mau kembali ke rumah untuk kedua kalinya, Sarimin cepat mengambil keputusan. Dia memilih akan membeli masker di warung terdekat, selama perjalanan menuju rumah kawannya.

“Sudahlah beli saja, di depan,” katanya kembali bergumam seraya menarik gas motor agar bisa melaju kencang.
Beberapa meter di depan, dia belok di sebuah warung kelontong yang tampak dari kejauhan menjual beraneka ragam masker. Motorpun segera diparkir dan menghampiri penjaga took lalu menanyakan barang yang dia cari.

“Maskernya satu, berapa Mbak,” ujarnya kepada perempuan paruh baya yang menunggu dagangan tersebut.
“Lima ribu dua, Mas,” ujar wanita tersebut cepat menjawab.

“Boleh, dua aja ya,” ujar Sarimin tak membuang-buang waktu untuk menawar.

Setelah barang yang dibutuhkan dibeli, Sarimin segera mengenakan di wajahnya. Dia pun melepas helm yang sejak tadi masih menempel di kepalanya.

Si ibu paruh baya tersenyum melihat tingkah Sarimin tersebut. Sepertinya ada sesuatu yang lucu, sehingga dia tertawa meski ditahan.

“Itu di leher ada maskernya Mas. Mau pake double ya?” ujar ibu tadi akhirnya bersuara.

Sepontan, Sarimin menepuk jidanya. Dia tertawa cukup lebar dan kembali geleng-geleng kepala karena tingkahnya yang konyol di hari itu. Beberapa menit sebelumnya dia dikerjai helm, kali ini adalah masker.

“Sarimiiiiiin, sarimiin. Dasar bodoh. Lupa kok berulang-ulang,” ujarnya bicara sendiri di hadapan ibu warung yang masih belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi.

“Okeh-okeh Bu, sekalian saya beli handsanitizer. Ada? Takutnya saya malah lupa lagi,” ujar Sarimin kepada ibu tadi yang masih terlihat heran.

“Itu bu, sekarang ini kan lagi Pandemi Covid-19 belum berakhir. Kita tidak boleh lupa untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Bukannya begitu Mbak,” ujarnya ngoceh sendiri tanpa memberi kesempatan si Mbak menjawab apa yang dia tanyakan.
“Sarimiiiin, oh Sarimiiin….. Awas kalo lo lupa lagi,” tambah Sarimin mengancam dirinya sendiri. (*)

scroll to top