TOPTIME.CO.ID, PANDEGLANG – Dosen Fsikologi Universitas Islam Negeri Jakarta Teguh Fahmi mengatakan, informasi latarbelakang balon kepala daerah serta prestasinya sangat dibutuhkan masyarakat. Menurutnya hal ini akan berdampak pada peningkatkan partisipasi pemilih.
“Calon kepala daerah tidak cukup hanya menjual jargon perubahan tapi programnya harus riil dan diketahui masyarakat. Hal ini juga merupakan pendidikan atau literasi kepada warga agar tertarik untuk mencoblos sesuai hati nurani, bukan atas dasar janji semata apalagi politik uang,” kata Teguh dalam diskusi bertema Peran Pers dalam Pilbup yang digagas Forum Kajian Focus Pandeglang di kawasan Cibaru Kecamatan Cimanuk, Minggu (22/12).
Dalam kesempatan ini Teguh juga mengaku bangga karena masih ada sekelompok masyarakat yang mau mendiskusikan masa dengan daerah termasuk mencari tahu sosok-sosok calon yang akan maju dalam Pilbup. “Saya berharap diskusi semacam ini dibudayakan untuk mengasah daya kritis masyarakat. Bagaimanapun kita adalah pelaku pembangunan dan bukan objek pembangunan,” kata Teguh.

Sementara itu, penasehat PWI Pandeglang Muhaemin dalam diskusi ini mengatakan pers merupakan pilar keempat demokrasi dan punya peran penting dalam menyukseskan Pemilu dan Pilbup pada 2020 mendatang. Tidak hanya sebagai alat menyosialisasikan tahapan dan dinamika Pilbup, pers menurut Muhaemin penting untuk menginformaskan sosok dan prestasi calon.
“Pers terbuka untuk siapapun termasuk bagi calon dalam melakukan sosialisasi ide dan gagasan. Pers juga punya tanggungjawab suksesnya Pilbup karena ini menyangkut hajat orang banyak dan berjalannya roda pemerintahan,” kata Muhaemin.
Ditambahkannya, fungsi lain dari pers adalah alat kontrol penyelenggaraan Pilbup agar berjalan sesuai ketentuan.
“Pers menjadi bagian strategis dalam suksesnya Pilbup. Peningkatan partisipasi pemilih juga kuncinya ada di pers yang memproduk berita yang benar dan sesuai fakta.”

Pembina Lembaga Kajian Focus Samsuri mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk silaturahmi sekaligus sharing informasi yang berkembang di daerah mulai dari politik sampai kemasyarakatan. Karena tidak lama lagi Pilbup, kata Samsuri, tema diskusi pun fokus pada dinamika politik dengan harapan memberian pembelajaran sekaligus meningkatkan rasa kepedulian masyarakat pada Pilbup.
“Kami ingin partisipasi pemilih di Pilbup naik jadi 70 persen lebih. Makanya berbagai upaya harus dilakukan termasuk memberikan penyadaran lewat diskusi bertema politik dan kemasyarakatan,” kata komisioner KPU Pandeglang ini.
Puluhan peserta diskusi yang rata-rata pemuda dan datang dari beberapa kecamatan antusias dengan dikusi ini. Peserta pun banyak melonatrkan ide yang membangun dan memotivasi agar pelaksanaan Pilbup lancar dan menghasilkan kepala daerah yang mewakili masyarakat banyak. (**)



