Penyaluran BPNT di Lebak Telat, Pengamat : Jangan Dzolimi Orang Miskin

Selama Pandemi Covid-19, Jumlah KPM BPNT di Kota Bekasi Meningkat

ilustrasi

TOPTIME. CO. ID, LEBAK – Tahun ini, salah satu program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan diubah menjadi Program Sembako. Sejalan dengan pengubahan julukan tersebut, ada pula beberapa kebijakan yang turut diubah.

Pemerhati Sosial di Lebak, Banten, Iskandar menyayangkan karena hingga minggu ke 2 bulan Februari ini bantuan belum terdistribusi merata. Padahal menurutnya, sudah seharusnya bantuan BPNT itu diterima tepat mulai awal tahun atau per Januari 2020.

“Seharusnya sudah sejak Januari dibagikan. Sudah telat soal pendistribusian. Harus ada evaluasi, ” kata Pemerhati Sosial Iskandar., Rabu (19/2/2020)

Menurutnya, pelaku yang terlibat harus dievaluasi dan bertanggungjawab atas keterlambatan itu.

“Memangnya keluarga tidak mampu harus libur makan? Harus ada evaluasi pihak terkait dan pengelola program. Mari sayangi orang miskin, kalau telat begini kita dzolim kepada orang miskin, ” kata pria yang akrab disapa Nandar.

Kata dia, semua pihak yang terlibat harus menjalankan fungsinya dengan benar karena ini berkaitan dengan kehidupan dan hak orang miskin.

“Jangan sampai ada pihak yang mengurangi kualitas dan kuantitas sembako yang harus diterima Rumah Tangga Miskin selaku penerima manfaat, katanya.

Lanjut dia, bila sampai pihak terkait lemah dalam pengawasan, maka akan rentan adanya kongkalingkong dalam kualitas dan kuantitas bantuan.

“Tolak saja, kalau beras yang diterima bukan premium. Beraskan harus lebih dari bagus. Premium patahannya sangat sedikit. Beras bagus, pulen, ” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan, di tahun ini para keluarga penerima bantuan (KPM) akan menerima nilai bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, atau naik Rp40.000 dari tahun sebelumnya, yaitu 110.000.

“Jadi yang per bulan mereka mendapatkan bantuan itu Rp110.000 sekarang menjadi Rp150.000, saya kira mudah-mudahan impact-nya akan lebih besar lagi,” ujar Andi di Gedung DPR RI, Senin (10/2).

Kemudian, Kemensos juga menambah jenis bahan pangan yang boleh dibeli oleh para KPM. Apabila di tahun sebelumnya komoditas bahan pangan yang dibeli hanya berupa beras dan telur, maka di tahun ini ada penambahan sumber protein.

Rincian komoditas bahan pangan yang ditambah oleh Kemensos adalah sumber karbohidrat berupa beras atau bahan pangan lokal lain seperti jagung dan sagu. Sumber protein hewani berupa telur, ayam, dan ikan segar. Sumber protein nabati berupa kacang-kacangan, termasuk tempe dan tahu. Ada pula sumber vitamin dan mineral berupa sayur mayur, dan buah-buahan.

Andi juga memaparkan ada empat tujuan dari program sembako di tahun ini. Pertama, berdasarkan riset, bantuan ini dapat membantu belanja para penerima manfaat selama 7-10 hari. Dengan kata lain, bantuan ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan. (Syarif)

scroll to top