Pengalaman Terpapar Covid 19, Jangan Terulang Lagi

Reporter : Syarif

LEBAK – T menceritakan, ia pernah mengalami gejala yang mirip Covid-19.

“Saya demam, batuk-batuk, gejala-gejalanya (Covid-19) ada di situ. Tapi saya memilih nelakukan isolasi mandiri di rumah,” kata T.

Dia mengaku berobat ke klinik terdekat dan diberikan obat pereda nyeri dan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh.

“Saya memutuskan untuk tidak mengiformasikan ke lingkungan, karena menjaga supaya tidak panik warga di sini’,” cerita T.

Dari pengalamannya melakukan isolasi mandiri selama 2 pekan itu, T mengaku akan lebih ketat lagi menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan pernah terulang lagi kena Covid, lebih baik mencegah,” kata dia.

“Kalau masker, saya kebetulan jarang keluar rumah, tapi tetap saja kita tidak tau darimana bisa terpapar, bisa jadi dari orang terdekat kita,” kata dia.

Untuk itu kata T, semua orang terdekat juga harus sama-sama patuhi dan melakukan 3 M, memakai masker, rajin mencuci tangan fan menghindari kerumunan.

“Dari pengalaman teroapar itu, sekarang sekeluarga sudah lebih disiplin lagi memakai masker dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang dari luar rumag,” tuturnya.

Dia juga menyarankan ketika merasakan. gejala yang mirip gejala Covid sebaiknya jangan dulu panik.

“Jangan dulu panik. Kalau gejalanya ringan, yang terbaik lakukan isolasi mandiri, dan jangan kontak dengan keluarga serumah. Isolasinya sebaiknya seluruh anggota serumah. Kalau ada yang gejalanya senakin parah sebaiknya segera hubungi tim medis, agar diberkan tindakan medis,” imbuhnya. (*)

scroll to top