Pastikan Jalannya PTMT Aman, Disdik Kota Bekasi Lakukan PCR Test Berjangka

Reporter: Daniel Siahaya – Toptime.co.id

Bekasi – Memastikan jalannya pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) aman dari Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi lakukan test PCR secara berjangka bagi siswa dan guru.

“Disdik bersama Dinkes akan terus menjalankan sampling PCR Test ke sekolah-sekolah baik SD maupun SMP di Kota Bekasi.

Hal itu kita lakukan sebagai upaya agar memastikan jalannya PTMT tetap aman dan tidak ditemukan satu pun kasus terkonfirmasi Covid dari peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi, Kamis (18/11/2021).

Saat ini, setiap harinya ada empat atau lima sekolah yang secara serentak melakukan sampling PCR test.

“Iya, setiap harinya kurang lebih ada segitu. Disdik Kota Bekasi akan terus menjadwalkan sampling tes usap PCR di setiap sekolah secara bergantian,” tuturnya.

Tiah Yuhana selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Bekasi menyatakan, pihaknya tidak merasa keberatan apabila harus dilakukan PCR test secara berjangka sesuai dengan jadwal yang ditentukan Disdik Kota Bekasi.

Justru, menurut dia, hal ini sangat bagus dilakukan untuk pencegahan dan pendeteksian secara dini.

“Kami mendukung hal ini, ini bagus dilakukan untuk mendeteksi apakah ada virus Covid-19 di lingkungan sekolah? Serta, ini juga sebagai salah satu aksi pencegahan agar pelaksanaan PTMT tetap aman. Sehingga, kita semua tidak perlu khawatir,” ujar Tiah.

Tiah juga mengatakan, sebanyak 30 siswa dan 35 guru serta tenaga kependidikan sudah melakukan PCR test.

Meski demikian, tentunya tetap diberlakukan pembatasan-pembatasan yakni dengan membagi jumlah siswa yang masuk sebanyak 50 persen di sesi pagi dan 50 persen di sesi siang.

“Dari total 27 kelas, tidak semua kelas masuk bersamaan, tetap dibagi dengan porsi 14 kelas untuk pekan ini, 13 kelas untuk pekan depan,” jelasnya.

Sementara, salah satu siswa SMP Negeri 5 Kota Bekasi, Dwi mengaku tidak merasa takut atau cemas apabila harus diadakan PCR test di sekolahnya. “Gak takut, biasa ajah sih. Justru malah aman dilakukan begini,” ucap Dwi.

Dwi pun mengaku lebih senang menjalankan sekolah offline ketimbang online. Menurutnya, sekolah offline lebih bebas dan lepas untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya serta para guru dan orang-orang yang ada di lingkungan sekolahnya.

“Alhamdulillah sudah diperbolehkan sekolah offline walau terbatas, saya lebih senang sekolah offline dibanding online. Lagian kita juga kan sudah divaksin, protokol kesehatannya juga diterapkan, ditambah lagi ada PCR test secara berjangka dari sekolah, artinya kalaupun harus terus sekolah offline keamanannya kan ketat dan diperhatikan terus,” ungkap dia.

Dwi pun berharap agar pandemi Covid-19 ini segera hilang dari peredaran. Sehingga, aktivitas kesehariannya dapat dijalankan tanpa perlu pembatasan-pembatasan yang tidak biasa.

“Semoga segera hilang deh, jadi kita mau belajar atau bermain juga enak,” pungkasnya.

scroll to top