“Siapapun hasil dari KPU, siapapun akademisi dan businesnya,
Kota Cilegon Dinas Pariwisata jangan di mix, ada ASDP ada hotel 100 kamar. Ini menjadi berbeda sebagai daerah transit pertama, harus ada terobosan yang berani. Silver Man, gelandangan, pengemis di Cilegon harus dihilangkan, agar pariwisata bisa maju,” tegasnya.
Sementara itu, dari kalangan insan pers, Ria Nopranda menjelaskan peran media yang sudah makin berkembang untuk bisa mendorong pembangunan Kota Cilegon, khususnya kembali tumbuhnya ekonomi di masa dan seusai pandemi nanti.
“Perizinan sudah satu pintu tapi belum efisien. Media fungsi kontrol, iklim berubah di Kota Cilegon, pemerintah ke depan harus bisa open ke media. Walaupu. industri pers terpuruk karena Covid-19, tapi perlu diketahui SMSI lahir dari Cilegon, media siber jadi alternatif mendobrak perubahan tersebut,” jelasnya.
LAMAN SELANJUTNYA>



