
LEBAK – Maraknya praktek judi togel (toto gelap) mendapat sorotan dari ulama dan tokoh pemuda di Kabupaten Lebak. Mereka meminta, pihak penegak hukum menindak agen-agen togel yang tersebar di wilayah itu.
Ketua Komisi 1 DPRD Lebak, H. Enden Mahyudin meminta aparat kepolisan melakukan tindakan masif ke para agen dan pengecer kupon togel.
Menurut Enden Mahyudin, kendati ptaktiknya dilakukan, namun keberadaan agen dan pengecer judi togel sangat mudah ditemukan. Maka kata dia, sangat mudah bagi penegak hukum untuk menyelediki keberadaan agen dan pengecer kupon togel di Lebak.
“Saya yakin, dengan perangkat yang dimilikinya, kepolisan akan sangat mudah menindak para agen dan pengecer togel di Lebak,” tandas Ketua Komisi 1 DPRD Lebak, H. Enden Mahyudin kepada awak media, Kamis (25/5/2022)
Lanjut Enden, karena praktek judi togel pelaku atau pemasangnya masyarakat umum, maka akan mudah menditeksi dimana saja titik-titik agen togel dan pengecernya.
Baca Juga:
- Alumni SMAN 1 Rangkasbitung Angkatan 1995 Gelar Halal Bihalal pada 10 Mei 2026
- Amirudin Ma’ruf Siap Ramaikan Bursa Ketua KADIN Cilegon, Bawa Modal Pengalaman Organisasi Pengusaha
- Warga Berharap Pemerintah Secepatnya Berikan Solusi Terkait Pertambangan Rakyat, Utamakan Pembinaan
- Septo Subono S.P.M.Si Daftar sebagai Calon Ketua PGRI Kecamatan Cibadak 2026, Usung Visi Penguatan Profesionalisme Guru
- Diduga Palsukan Tanda Tangan, Dua Oknum Guru Dilaporkan ke Polres Serang
Judi togel bahkan sudah merambah ke kalangan pelajar. Maka kata Enden, bisa disebut Kabupaten Lebak darurat judi.
Dia juga menghimbau, masyarakat yang mengetahui keberadaan agen dan pengecer kupon togel untuk melaporkan ke kepolisian, agar pemberantasan perjudian di Lebak benar-benar sampai ke akar-akarnya.
Senada dengan DPRD Lebak, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak, Jafar Toha, juga prihatin dengan maraknya judi togel di Kabupaten Lebak.
Halaman:
