TOPTIME.CO.ID, LEBAK BANTEN – Aktifitas perambahan hutan dan penambang emas ilegal dianggap sebagai salah satu penyebab banjir bandang yang terjadi di Lebak, Rabu (1/1/2020) lalu. Untuk itu Presiden memerintahkan Gubernur Banten dan Bupati Lebak menghentikan aktifitas penambang liar tersebut. Ini ditegaskan
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020)
Kata Jokowi, penambangan ilegal itu hanya menguntungkan segelintir pihak namun berdampak merugikan orang banyak akibat banjir bandang.
“Engga bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” ucap Jokowi.
Menurut dia, banjir bandang yang menjerjang Lebak karena aktivitas tambang emas ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Jokowi menuturkan, banjir bandang di Lebak, Banten, membuat 30 jembatan rusak. Untui itu, Jokowi telah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk membangun jembatan yang rusak itu dalam empat bulan.
“Juga ada sekolah yang rusak (totalnya) 19. Nanti saya juga perintah juga ke Kementerian Dikbud dan Kementerian PU agar segera diperbaiki,” jelas dia.
Banjir bandang di Lebak pada awal 2020 ini juga membuat 1.410 unit rumah warga rusak. Jokowi mengaku akan melihat kemungkinan rumah-rumah warga tersebut direlokasi ke wilayah yang lebih aman.
“Karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi. Tapi lahannya di mana nanti Bupati dan Pak Gubernur yang akan menyampaikan,” katanya.
Jokowi datang ke Lebak didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (SYARIF)
