Close

Hari ini, Pemkab Lebak Stop Aktifitas Proyek Pabrik Oli di Citeras Rangkasbitung

Hari ini, Pemkab Lebak Stop Aktifitas Proyek Pabrik Oli di Citeras Rangkasbitung

Setelah beberapa kali menjadi pemberitaan, proyek pabrik oli di Desa Citeras Kec. Rangkasbitung akhirnya dihentikan aktifitasnya oleh Pemkab Lebak, Selasa (28/7/2020) pagi. Foto : DPMPTSP

TOPTIME.CO.ID, BANTEN – Setelah beberapa kali menjadi pemberitaan, proyek pabrik oli di Desa Citeras Kec. Rangkasbitung akhirnya dihentikan aktifitasnya oleh Pemkab Lebak, Selasa (28/7/2020) pagi.

Beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak mendatangi lokasi proyek dan meminta pekerjaan dihentikan sampai ijin beres diurus.

“Kita hentikan hingga memgantongi ijin,” kata Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak, Yosef Mohamad Holis kepada wartawan TOPTIME, Selasa (27/7/2020)

Yosef juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan awak media yang sudah membantu memberikan informasi terkait kegiatan yang tak berijin.

“Kami apresiasi. Pengusaha harus menyelesaikan ijinnya dulu baru bisa beroperasi. Kita sudah berikan berbagai kemudahan untuk investasi di Lebak,” kata dia.

Ketua Umum Organisasi Masyarakat Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (Ormas Jarum) H. Nunung Hidayat Gebek meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tegas kepada pengusaha proyek pembangunan pabrik oli di Desa Citeras Kec. Rangkasbitung Kab. Lebak, Banten yang belum mengurus izin terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas pembangunan.

” Kami berharap Pemkab Lebak harus lebih tegas. Kalau izinya belum ada,  ya jangan segan-segan untuk menutupnya, karena ini untuk kebaikan bersama,” ujar H. Nunung Hidayat. Sabtu (25/7/20) di Posko Jarum

Namun, sebelum menutup, kata Nunung, langkah-langkah persuasif dengan sosialisasi maupun peringatan harus sudah dilakukan. Apabila upaya persuasif ini gagal, maka H. Nunung meminta Pemkab menindak dengan tegas.

Pria yang akrab disapa Abah Nunung ini juga mengatakan, Ormas Jarum bukan menghambat investasi yang masuk ke Pemkab Lebak namun pengusaha juga harus mentaati aturan yang ada.

 ” Kami bukan menghambat investasi, tapi pengusaha juga harus taat aturan.” pungkasnya.

Gustanul Arifin (35) warga Desa Citeras memyesalkan aktivitas bangunan yang diduga belum memiliki izin sudah beroperasi.

Gustanul juga menyebut bahwa lokasi bangunan tersebut adalah lokasi penghijauan bukan kawasan industri. Kalau memang banguan tersebut direncanakan untuk pengelolaan oli bisa berdampak mencemari lingkungan.

” Baru segelintir orang ikut tanda tangan di kurang lebih 26 orang tidak sampai 50 orang tanda tangan rekom warga, saya pastikan IMB belum ada,” Ujar Gustanul kepada Top Time. Kamis (23/7/20)

Gustanul juga menyesalkan di saat ekonomi sulit seperti ini semua terdampak Corona pekerja pun tidak sepenuhnya warga sekitar.

” Dari warga terdekat memohon bekerja untuk kerja kasar di lokasi tersebut kebanyakan warga luar, tidak sepenuhnya warga setempat,” ucapnya dengan nada kesal. (Sar)

scroll to top