Close

Dukung Visi Bupati Lebak, di Cikulur dan Cibadak Lahir Obyek Wisata Baru

Astuti, mantan Komisioner KPU Lebak saat ini sedang mengembangkan usaha wisata pemandian dan kolam renang JJ Asri yang berlokasi di Jalan Kaduagung-Cileles Kecamatan Cikulur Kab. Lebak, tepatnya di Kp. Naratel Jajaway Desa Cikulur.

TOPTIME.CO.OD, LEBAK  – Sektor Pariwisata adalah sektor yang berdampak luas pada sektor-sektor lainnya dalam peningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Visi Bupati Lebak untuk menjadikan daerahnya menjadi destinasi wisata sontak mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Beberapa dari mereka bisa menangkap potensi besar membuka usaha obyek wisata. Salah satunya adalah kolam renang.

Sri Astuti, mantan Komisioner KPU Lebak saat ini sedang mengembangkan usaha wisata pemandian dan kolam renang JJ Asri yang berlokasi di Jalan Kaduagung-Cileles Kecamatan Cikulur Kab. Lebak, tepatnya di Kp. Naratel Jajaway Desa Cikulur.

Di atas lahan seluas 5000 M2, Sri membangun sebuah kolam renang yang sudah dibuka sejak 16 Desember 2019 silam.

Saat ini, Sri sebagai owner kolam renang JJ Asri sedang melakukan penataan agar lokasi wisata yang dikelolanya nyaman bagi pengunjung.

“Beberapa bagian masih dalam proses penataan. Berbagai sarana akan kami lengkapi untuk memanjakan pengunjung,” kata Sri.

Untuk bisa menikmati obyek wisata pemandian dan kolam renang ini cukup membayar Rp.10 ribu untuk tiket masuk.

Kendati baru hitungan minggu dibuka, pengunjung mulai berdatangan dari beberapa desa dan kecamatan sekitar seperti Kec. Cikulur, Cimarga, Cibadak, Warunggunung, Cileles dan Banjarsari.

“Kita berharap, hadirnya JJ Asri menjadi alternatif obyek wisata yang bisa dipilih dan dinikmati warga Lebak khususnya,” jelas Sri.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cimenteng Jaya Kec. Cibadak Kab. Lebak saat ini juga sedang melakukan pembangunan obyek wisata kolam renang.

Dikatakan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Cimenteng Jaya, pihaknya saat ini sedang mengerjakan 1 kolam untuk tahun pertama.

“Secara bertahap dibangun dengan dana desa. Kita targetkan selama 3 tahun obyek wisata ini akan rampung secara bertahap,” kata Badriyudin.

Dikatakan Badri, dibangunnya obyek wisata itu akan berdampak luas (multiplier effect) karena itu dalam pengembangan sektor pariwisata sangat diharapkan dapat menambah kontribusinya pada peningkatan perekonomian warga Cimenteng Jaya. (*)

scroll to top