Ditanya Soal Nilai Jeblok Capaian PAD, Begini Alasan Kadis Tata Ruang Kota Bekasi

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi

TOPTIME.CO.ID, KOTA BEKASI – Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi menempati posisi terendah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pencapaian realisasi Penghasilan Asli Daerah (PAD) yaitu 22,91%. Ini diketahui saat Pemerintah Kota Bekasi merilis realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (30/9/19) pada saat apel di Plaza Pemkot Bekasi.

Ketika dimintai tanggapan memgenai penyebab capaian target PAD nya paling rendah, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi beralasan, kecilnya capaian PAD pada OPD yang dipimpinnya karena adanya kenaikan target PAD yang semula Rp 99 M menjadi 160 M.

Kadistaru mengaku begitu diumumkan mendapat nilai terendah dalam capaian PAD itu dirinya langsung menanyakan ke sekretaris dinas penyebabnya.

” Ternyata setelah ditelusuri karena ada kenaikan (target) dari Rp. 99 M jadi Rp 160 M,” katanya.

Namun kendati demikian, dengan sisa waktu yang tersisa sekitar 3 bulan pihaknya akan berusaha untuk memenuhi target PAD tersebut.

“Kami akan segera mendata potensi-potensi PAD yang ada. Memgecek ada tidak permohonan-permohonan perijinan. Misalnya layanan kepengurusan ijin yang harus segera diselesaikan,” kata Junaedi. Saat ditemui diruang kerjanya. Rabu (2/10/19)

Selain itu dirinya akan terus berkoordinasi dengan OPD lain yang berkaitan kerja dengan Distaru.

“Saya tidak boleh bilang psimis, tetap harus optimis, yang penting kita kerjakan dulu semaksimal mungkin,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi merilis realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (30/9/19) pada saat apel di Plaza Pemkot Bekasi.

Dinas Tata Ruang menempati posisi nilai terendah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pencapaian realisasi Penghasilan Asli Daerah (PAD) yaitu 22,91%.

Sedangkan OPD dengan capaian realisasi PAD tertinggi yaitu Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yaitu  140,91%.

Sedangkan kecamatan dengan capaian PAD tertinggi yaitu Kecamatan Bekasi Barat sebesar 82,85%. Sedangkan kecamatan dengan capaian PAD terendah yaitu Kecamatan Rawalumbu sebesar 41,38%. (Sar)

scroll to top