Close

Ditanya Soal Dugaan Pemotongan Dana KIP SMAN 2 Bayah, KCD Akan Lakukan Konfirmasi ke Kepseknya

Ditanya Soal Dugaan Pemotongan Dana KIP SMAN 2 Bayah, KCD Akan Lakukan Konfirmasi ke Kepseknya

Ilustrasi

TOPTIME.CO.ID, BANTEN – Ditanya Soal Dugaan Pemotongan Dana KIP SMAN 2 Bayah, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Lebak, Sirojudin akan lakukan konfirmasi ke Kepseknya.
” Saya kroseck dulu ya pak ke Sekolah,” ujar Sirojudin kepada Top Time (Group Siberindo.co), Kamis (13/8/20)

Sebelumnya Nana Suryana salah satu staf KCD saat di komfirmasi perihal dugaan pemotongan dana KIP oleh pihak sekolah mengatakan akan mengkomfirmasi Kepala Sekolah SMN2 Bayah.

” Nanti akan kita komfirmasi Kepseknya,” ujar Nana Suryana, Selasa (11/8/20)

Pria yang akrab disapa Bonay ini juga mengaku bahwa dirinya adalah salah satu Satuan Tugas (Satgas) Program Indonesia Pintar ( PIP ) dari pusat dan menjelaskan bahwa bantuanya bukan sebesar Rp.900rb.

” Kebetulan saya satgas PIP dari pusat, bantuanya 1 juta/tahun, bukan 900,” ucap Bonay.

Sebelumnya diberitakan Kasus pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2020 diduga terjadi di  Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 2 Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Salah satu orangtua siswa penerima KIP yang enggan di sebutkan namanya mengaku uang KIP miliknya diambil Rp. 100 rb  oleh gurunya untuk biaya mondar-mandir.
” Saya hanya menerima uang Rp. 800 rb, yang awalnya Rp. 900 rb,” ujarnya, Senin (9/8/20) kepada media. 

Dirinya menjelaskan sebelumnya dari kelas 11 anaknya tidak pernah setelah kelas 12 baru mendapatkan bantuan, tapi kata dia, temen-temenya yang lain mendapatkan.

” Baru kali ini anak saya mendapatkan bantuan sebelumnya dari kelas 11 belum pernah,” ucapnya

Kendati demikain pihak orangtua tidak pernah tau menahu berapa nilai bantuan yang didapat setiap penerimaan. Menurut penuturan anaknya unganya bantuanya senilai Rp. 900 rb dipotong Rp. 100 rb buat mondar-mandir guru.

” Saya tidak tau berapa dapetnya, yang jelas anak saya hanya nerima Rp. 800 rb yang diberikan oleh salah satu Guru,” ungkapnya
Harusnya, kata dia biarkan orangtua masing-masing yang ngasih gurunya seiklasnya, sebab jumlah yang di pangkas terlalu besar.
” Dulu saja waktu anak saya masih di SMP dapet bantuan Rp. 750 rb kita kasih uang rokok asal jangan di patok,” katanya bercerita.

Sementara guru SMAN 2 Bayah berinisial E saat di komfirmasi perihal pemotongan bantuan program KIP/PIP berkelit bahwa itu bukan pemotongan, atau pemangkasan namun buat biaya operasional mulai dari persyaratan hingga pembelian materai.

” Jadi itu bukan pemotongan dalam situasi pandemi ini, pihak sekolah lah yang mengurus segala sesuatu nya, dari jumlah 40 siswa yang bisa cair 20 siswa, kami ambil Rp. 100 rb per siswa untuk mengganti pengurusan sampai pencairan,” pungkasnya 

Sementara Kepsek SMAN 2 Bayah M. Nur saat di komfirmasi mengatakan dengan singkat, bahwa tidak tau menau perihal tersebut hanya mengarahkan ke salah satu guru bernama Elva.
” Silahkan ke Bu Elva aja, saya gak tau,” ucap M. Nur (Red)

scroll to top