
LEBAK – Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mengatakan perlunya pengawasan dan bimbingan orangtua untuk merawat buku yang dipinjamkan sekolah kepada siswa untuk belajar di rumah.
Ini dikatakan Kabid SD menanggapi statment Komunitas Aspiratif yang minta pihak sekolah agar diperbanyak buku yang disebarkan ke anak didik selama mereka tidak sekolah akibat pandemi covid 19.
“Perlu bimbingan orantua agar anak rajin belajar. Selain itu, buku yang dipinjamkan juga harus dirawat,. ini peran orangtua untuk bisa mengarahkan anaknya.” kata Kabid SD Dinas Pendidikan Lebak, Maman.
Lanjut Maman, buku sebagai aset sekolah sangat penting dirawat karena nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh siswa lainnya atau adik kelasnya.
“Pengawasan dan arahan orangtua sangat penting, motivasi dan arahkan anak kita untuk tetap semangat belajar di rumah,” imbuhnya.
Baca juga:
- Polri Jamin Kesempatan Sama bagi Seluruh Peserta pada Penerimaan Taruna Akpol 2026
- Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah
- Jaga Kebugaran dan Soliditas, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Olahraga Rutin Bersama
- Bulog Lebak-Pandeglang pasok bahan pokok ke-30 KDKMP
- Dinkes Lebak lakukan pencanangan gerakan Jumantik cegah DBD
Sebelumnya, Komunitas Aspiratif meminta pihak sekolah harus sebarkan buku paket secara besar-besaran ke anak didik. Ini ditegaskan Ketua Komunitas Aspiratif (Komunas) Dede Suherli, Minggu (24/3/2021) malam.
Dikatakan Ketua Komunas, di masa pandemi ini ada ketidakjelasan nasib anak didik. Belajar di rumah dengan keterbatasan buku paket atau hanya main handphone.
Memang kata Dede, ada sekolah yang memberikan tugas-tugas mengisi soal bagi siswa di rumah, namun ini tidak dilakukan secara masif dan masih terbatas.
Untuk itu kata dia, perlu didorong agar buku-buku paket dan bacaan di sebar besar-besaran ke anak didik.
“Yang penting anak mau membaca. Karena mau bagaimana lagi, daripada anak seharian bermain HP. Lebih baik kasih mereka banyak buku,’ kata dia.
Halaman:
