Selain itu, biaya garap yang tinggi menjadikan petani jauh dari kata sejahtera, dan saat ini khususnya sedang ditimpa musibah dkmana banjir melanda. Tentu saja ini akan berdampak pada pertanian di wilayah kita.
“Saat kemarau petani kesulitan mendapatkan air, saat hujan sawah mereka kebanjiran. Jika terus menerus seperti ini, sampai kapan petani bisa sejahtera, sementara nawacita swasembada pangan ini kuncinya ada pada petani. Saya juga berkomitmen untuk berantas segala bentuk pungli dan kita tertibkan terkait bantuan-bantuan yang digelontorkan kepada lara petani agar tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia juga mengajak kepada seluruh peserta agar sama-sama berkoordinasi agar kesulitan petani bisa diselesaikan.
“Kita akui saja bahwa saat ini masih banyak kekurangan kita, namun ini bukan berarti untuk saling menyalahkan. Maka, melalui diskusi inilah agar semua permasalahan kita bahas untuk menjadi solusi kedepan agar kita semua bisa bekerja lebih baik lagi, silahkan semua keluhan-keluhan disampaikan disini,” imbuhnya.
Halaman: