Demi Pemuda Bersatu, Ketua KNPI periode 2011-2014 Minta Wacana Dukung Mendukung Calon Ketua KNPI Lebak Dihentikan

Pengurus KNPI Lebak usai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda. Dok

TOPTIME. CO. ID, LEBAK – Ketua KNPI Lebak Periode 2011-2014, Nevi Pahlevi berharap Musda KNPI Lebak mendatang menjadi momen berakhirnya perpecahan di tubuh KNPI.

Mengingatkan, semua OKP dan PK tidak terjebak dengan dukung mendukung calon. Menurutnya, bukan hal pokok siapa yang jadi Ketua KNPI mendatang, namun yang terpenting mempersatukan pemuda.

“Dua kubu KNPI di Lebak harus bisa bekerjasama mengelar Musda ini. Hentikan mewacanakan dukung mendukung calon. fokus kepada bersatunya pemuda di Lebak dulu, ” kata Nevi Pahlevi, Minggu (23/2/2020)

Musyawarah Daerah (Musda) XI KNPI Lebak yang akan digelar tanggal 12, 13 dan 14 April 2020 diperkirakan akan meriah dibandingkan dengan kegiatan serupa sebelumnya.

Dijelaskan Ketua KNPI lebak, Samsu Rizal, Musda XI KNPI Lebak punya tema besar ” Mempersatukan Pemuda Untuk Kemajuan Daerah “.

Lanjut dia, pilihan tema mempersatukan pemuda karena Musda merupakan komitmen luhur pemuda untuk mengokohkan rasa persaudaraan & persatuan pemuda sekaligus laboratorium yang melahirkan calon-calon regenerasi pemimpin di masa mendatang.

“Musda kali ini dirancang juga aturan main tentang kode etik agar calon Ketua KNPI tidak melakukan praktek money politik, hate speech, dan kebohongan publik serta tindakan lain yg melanggar aturan ” ujar Samsu Rizal, Minggu (23/2/2020)

Dia juga mengatakan, Musda KNPI ini adalah kelanjutan dari Musda sebelumnya, Setelah Musda di Cimarga pada masa kepengurusan Nevi Pahlevi yang menghasilan kepengurusan Ahmad Taufik, berlanjut dengan Musda yang menghasilkan kepengurusan Samsu Rizal dan kini menyelenggarakan Musda XI untuk memilih Ketua KNPI periode 2020-2023.

“Dewan Pengarah juga ditempati oleh tokoh-tokoh pemuda dan para mantan Ketua KNPI. Untuk Panitia Pelaksana juga dikombinasikan antara beberapa wajah baru dan juga yang sudah berpengalaman untuk regenerasi, ” kata Rizal.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Musda XI KNPI Lebak, Moch. Hudri menjelaskan, persyaratan peserta maupun calon ketua tidak berbeda dengan Musda sebelumnya karena sudah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi (AD/ART)

Namun lanjut dia, untuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang mendaftar untuk menjadi peserta Musda, selain persyaratan formal seperti surat Keputusan (SK) yang masih berlaku dan terdaftar di Kesbanglinmas juga ada surat pernyataan komitnen untuk menerima keputusan Musda.

“Dinamika pemilihan itu biasa dalam organisasi sebesar KNPI, tapi yang terpenting semangat persatuan harus dijaga, ” kata Hudri.

Sebelum gelaran Musda juga digelar pra Musda. Untuk memverifikasi peserta Musda. Selain itu juga ada simposium yang menghadirkan beberapa tokoh Nasional.

“Ada tema hukum dan tema pariwisata. Ini sebagai ruang bagi pemuda untuk ikut memikirkan dan membantu dan mengawal pembangunan di Lebak, ” kata Hudri.

Yang berbeda pada Musda XI adalah adanya tahapan kampanye calon ketua KNPI. Ada ajang debat yang dilaksanakan di 3 zona yaitu utara, tengah dan selatan.

Dikatakannya, ajang Musda adalah pendidikan bagi pemuda dalam berdemokrasi, maka dibuat ada tahapan seperti dalam Pemilukada yang diberikan ruang kepada calon untuk memaparkan visi misinya.

“Pada sesi debat ini, OKP dan Pengurus Kecamatan bisa menilai kapasitas dan kemampuan calon ” kata pria yang biasa disapa Kepok ini. (*)

scroll to top