Cerita Dan Harapan Pekerja Harian Lepas Ditengah Pandemi

Reporter: Daniel Siahaya – Toptime.co.id

Sejak bulan Maret hingga Desember 2020 tampaknya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia belum juga mereda.

Virus yang hingga saat ini masih belum ditemukan obatnya itu masih berkeliaran disekitaran masyarakat luas. Berbagai problematika ekonomi dirasakan oleh khalayak akibat penyebaran pandemi Covid-19 ini.

Cukup banyak berita mengabarkan perusahaan yang telah merumahkan karyawannya, pekerja harian yang berkurang penghasilannya, keluarga pra-sejahtera yang semakin sulit memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-harinya.

Kendati demikian, dalam situasi yang tidak mudah ini, semua tetap optimis agar Indonesia segera pulih kembali. Terlebih lagi bagi para pekerja harian yang tetap semangat dalam mencari nafkah seperti hari-hari sebelumnya. Karena baginya, tidak ada pilihan lain untuk para Pekerja Harian Lepas (PHL) tersebut tetap bekerja.

Irfani, Salah satu PHL yang bekerja dikawasan Bantargebang, Kota Bekasi mengaku setiap hari dirinya tetap masuk. Hal itu dikarenakan akan tuntutan kebutuhan hidupnya yang harus dipenuhi.

“Kita setiap hari masuk. Namanya juga pekerja borongan, kalau tidak masuk ya tidak dapat upah,” tutur Irfani saat ditemui toptime.co.id di Bekasi, Kamis (24/12/2020).

Meski dilanda kecemasan dan kekhawatiran akan terpapar Covid-19, dengan bismillah dirinya tetap melangkahkan kakinya untuk keluar rumah dengan harapan seluruh pintu rezeki terbuka lebar dan Covid-19 tidak datang menghampirinya.

“Sebenarnya saya juga cemas dan khawatir akan virus ini. Tapi apa boleh buat? Dengan menerapkan protokol kesehatan yang pemerintah anjurkan, ya saya tetap masuk,” ungkapnya.

Pria kelahiran Bekasi, 29 Juni 1987 ini juga mengaku bahwa perusahaannya telah menerapkan standar protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dan masker untuk para pekerja. Selain itu ketika mau masuk kedalam kawasan pun di cek dengan termogan. Namun, menurutnya itu semua tidak cukup sampai disitu.

“Ya kalau bisa pihak perusahaan memberikan vitamin juga kepada para pekerja untuk meningkatkan imun,” pintanya.

Meski dalam kondisi seperti sekarang ini, dirinya mengaku tetap bersyukur karena masih bisa bekerja dan tidak kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh tempat kerjanya. “Ya, walaupun pendapatan agak berkurang, tapi masih alhamdulillah deh. Daripada tidak sama sekali,” imbuhnya.

Disamping itu, dirinya pun tidak menafikan bahwa ia trenyuh dengan keadaan seperti sekarang ini. Pasalnya, hingga saat ini jika melihat informasi dari media massa dan media sosial bahwa yang terjangkit Covid-19 hari ke hari kian bertambah.

Dirinya juga mengaku bahwa setiap hari terselip dalam doanya agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dari Indonesia.

“Saya si setiap hari berdoa agar secepatnya Covid ini segera berlalu. Dan kita semua dapat kembali normal dalam menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa dihantui rasa takut akan terjangkit Covid-19.

Kalau sekarang yang biasanya kita bersosialisasi dengan orang lain, pergi ke mana-mana, namun dalam keadaan saat ini jadi tidak bisa kemana-mana. Jangankan pergi kemana-mana, bercengkrama dengan teman kerja saja harus jaga jarak,” bebernya.

Ia pun sangat berharap agar perusahaan tempat dia bekerja agar tidak ada yang terkena PHK. Ia juga meminta agar pemerintah tidak terlalu ketat mengeluarkan kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19, apabila pemerintah terlalu ketat mengeluarkan kebijakan, maka itu semua secara langsung akan berdampak terhadap pekerja dan perusahaan.

“Jadi, kalau bisa pemerintah tetap memperhatikan antara kesehatan dan ekonomi. Agar bisa seimbang dan warga masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhannya,” pungkasnya.

scroll to top