Menjadi motivasi berbagai kalangan terjun bantu warga terdampak bencana
TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, sudah selesai setelah diperpanjang hingga 28 Januari 2020 kemarin.
Berbagai pihak dan tokoh masyarakat di Lebak mengapresiasi kesigapan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menangani korban bencana di wilayahnya.
Tokoh masyarakat dan juga pengusaha di Lebak, H. Akhmad Ghanip menilai cara penanganan tanggap bencana yang dilakukan Hj. Iti Octavia Jayabaya sangat baik dan cepat.
Ghanip melihat, bupati Lebak,Iti Octavia sebagai personal dengan jiwa kemanusiaannya telah menginspirasi berbagai komponen dan elemen.
Bahkan kata Ghanip, banyak kalangan melenia pun tersentuh untuk bergerak membantu baik tenaga dan harta benda.
” Sehingga saya melihat, dibalik bencana ternyata ada nilai yang kita banggakan terutama kepedulian terhadap sesama,” kata H. Ghanip.
Senada dengan tokoh masyarakat, Ace Sumiarsa Ali yang merupakan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga memberikan apresiasi kepada Bupati Lebak soal penanganan bencana.
Ace mengaku menyaksikan sendiri bagaimana setiap hari Bupati Lebak berkeliling mendatangi posko posko dan warga terdampak. Pada hari-hari itu kata Ace, sepulang dari lokasi bencana, Bupati Lebak beristirahat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lebak.
“Saya pernah melihat langsung Sebenarnya bukan istirahat juga sih, karena di BPBD, Bupati Lebak ini memantau data dan perkembangan terkini. Selain rapat-rapat koordinasi dengan aparatur terkait lainnya,” kata Ace.
Kata Ace, walau pun sudah keliatan lelah, tapi bupati masih bersemangat memantau dan mengkoordinir langkah-langkah bantuan kepada warga terdampak.
Hal besar lainnya yang sangat prinsip kata Ace Sumiarsa adalah keputusan tepat bupati Lebak untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua pekan hingga 14 Januari dan diperpanjang hingga 28 Januari 2020.
“Artinya, Bupati Lebak begitu peka dan sigap. Karena dengan penetapan status tanggap darurat bencana ini menjadi dasar bagaimana semua pihak ikut bergerak membantu,” imbuhnya.
Tokoh pemuda Lebak, Ahmad Taufiq juga mengapresiasi kesigapan Bupati Lebak dan jajarannya menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di enam kecamatan tersebut.
Kata Taufiq, sejak hari pertama bencana yang pada 1 Januari 2020 tersebut, Bupati Lebak langsung melakukan koordinasi dan langkah-langkah cepat.
“Sejak tanggal 1 Januari, Bupati Lebak langsung mengintruksikan jajarannya membantu dan mengevakuasi korban. Bahkan, dia langsung turun ke lokasi yang terisolir menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi pengungsi,” kata Tokoh pemuda Lebak, Ahmad Taufiq, Kamis (30/1/2020)
Dalam pengamatan Taufiq, sejak hari H sampai hari ini (Kamis, 30 Januari 2020-red) Iti Octavia Jayabaya masih fokus mengambil langkah-langkah penanganan pasca bencana.
Senada dengan Taufiq, warga Lebak lainnya, Unro Aljuhri juga memuji kegesitan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menangani bencana di daerahnya.
Menurutnya, karena pucuk pimpinan pemerintah kabupaten Lebak yang dilihat publik sedemikian bekerja maksimal membantu para pengungsi, maka ini mengundang perhatian, simpati dan motivasi yang kuat berbagai elemen lainnya untuk terjun membantu.
“Semua bersatu, semua bergerak memberikan bantuan. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, badan usaha milik pemerintah, swasta, relawan, komunitas sampai warga perorangan pun terjun membantu. Menurut saya ini luarbiasa,” kata Unro.
Tokoh masyarakat Kecamatan Sajira, Endang Komarudin juga mengakui kesigapan Bupati Lebak dan jajarannya mengatasi persoalan bencana di daerahnya.
“Yang saya tau, karena saya juga turut terlibat membantu para pengungsi dan warga yang terdampak, Bupati Lebak tak hanya memberikan intruksi, malah beliau terjun langsung melihat warga di posko-posko pengungsian. Bahkan berani awal masuk ke daerah Muhara yang sempat terisolasi. Bahkan berani menyebrangi arus sungai yang deras menumpang rakit, ” kata Endang yang juga aktif membantu layanan kesehatan warga terdampak.
Sementara itu Rohman, salah satu relawan yang sejak hari pertama bencana terjadi sudah terjun membantu warga terdampak, kehadiran dan langkah cepat Bupati Lebak ke titik-titik terdampak bencana menjadi spirit bagi relawan.
“Kita sebagai relawan semakin semangat, lelah terbayar melihat para korban bisa terbantu dengan cepat,” kata Rohman, relawan dari Pemerhati lingkungan dan Direktur Bank Sampah Sungai Ciujung (Bangsa Suci).
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan memaksa 17.200 orang mengungsi.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 1 Januari 2020 melanda wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipanas, Curugbitung, Maja, dan Cimarga juga menyebabkan 1.060 rumah rusak berat, 23 pesantren rusak berat, 28 jembatan rusak berat, dan 19 sekolah rusak berat.
Akibat bencana itu, 891 hektare lahan persawahan juga rusak, bahkan ada yang berubah menjadi aliran sungai. (SYARIF)

