
LEBAK . – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten sudah menyampaikan peringatan dini itu kepada aparat kecamatan, desa/kelurahan juga masyarakat yang tinggal di daerah langganan rawan bencana alam.
Potensi bencana alam itu antara lain longsor, banjir, angin puting beliung dan sambaran petir.
Berita ini di lansir dari berita Banten antaranews.com Berdasarkan laporan BMKG diprakirakan beberapa pekan ke depan curah hujan dengan intensitas rendah, sedang dan deras berpeluang terjadi pagi, siang,sore, malam hingga dinihari.
Potensi cuaca buruk tersebut dapat menimbulkan bencana alam.
“Kami minta warga tetap waspada jika berlangsung curah hujan intensitas deras guna mengurangi risiko kebencanaan, ” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadi langganan bencana alam jika curah hujan meningkat.
BPBD Lebak memetakan daerah rawan bencana banjir itu terdapat 14 kecamatan dan 16 kecamatan longsor di antaranya Kecamatan Bayah, Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng.
Baca Juga:
- Polri Jamin Kesempatan Sama bagi Seluruh Peserta pada Penerimaan Taruna Akpol 2026
- Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah
- Jaga Kebugaran dan Soliditas, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Olahraga Rutin Bersama
- Bulog Lebak-Pandeglang pasok bahan pokok ke-30 KDKMP
- Dinkes Lebak lakukan pencanangan gerakan Jumantik cegah DBD
Untuk pengurangan risiko kebencanaan, kata dia,pihaknya melakukan upaya penyelamatan dengan mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan menyebar petugas kebencanaan dan relawan serta penyampaian peringatan dini.
Masyarakat yang tinggal di daerah itu jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga dan mereka setiap tahun dipastikan mengalami bencana longsor.
Selain itu mempersiapkan peralatan evakuasi guna mengurangi risiko kebencanaan.
“Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan waspada dalam beberapa pekan kedepan, ” katanya. (Red)
