Awak Media Kecewa, Dinkes Tanjjabar Ngundang Jumpa Pers Namun Batal Tanpa Pemberitahuan

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, dianggap mempermainkan awak media cetak dan online yang bertugas liputan di wilayah Kabupaten Tanjab Barat, lantaran membatalkan Jumpa Pers tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jumpa Pers ini direncanakan pada hari ini Rabu 25 September 2019 jam 10.00 WIB.

TOPTIME.CO.ID, TANJABBAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, dianggap mempermainkan awak media cetak dan online yang bertugas liputan di wilayah Kabupaten Tanjab Barat, lantaran membatalkan Jumpa Pers tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jumpa Pers ini direncanakan pada hari ini Rabu 25 September 2019 jam 10.00 WIB.

Sikap ini dinilai sangat tidak profesional dan menciderai profesi jurnalisme yang seyogyanya menjadi pilar kelima demokrasi di negeri tercinta Indonesia.

Kekecewaan ini diungkapkan salah satu jurnalis senior, A Silalahi.L, menurutnya “pihak Dinkes tidak menjalankan profesionalisme kerja yang mencerminkan sikap sebagai corong pemerintah di bidang pelayanan kesehatan masyarakat”, keluhnya.

Padahal, menurutnya pada agenda jumpa pers kali ini bakal diulas mengenai lanjutan penanganan kesehatan masyarakat usai terdampak kabut asap.

“Intinya Kita merasa kecewa, mereka (Dinkes Tanjab Barat-red) menganggap sepele persoalan ini, yang sudah lalu dibiarkan berlalu,” ungkap A Silalahi.

“Padahal tidak demikian, meski kabut asap sudah terurai, tetapi kita ingin tahu lanjutan dan sikap dari dinkes tentang penanganan korban yang sudah terdampak,” tegasnya lagi.

Semestinya mereka melakukan pembatalan kegiatan ini sebelum waktu yang telah ditetapkan.

“Kita dikabarkan diundang, tetapi tidak ada sambutan atau informasi penjelasan pembatalan jumpa pers. Kalau memang ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka diberitahukan kepada awak media bahwasanya jumpa pers dibatalkan ataupun ditunda,” cetusnya.

Hal senada diungkapkan oleh Heri, wartawan online yang juga bertugas di Tanjab Barat, ia merasa dipermainkan oleh pihak Dinkes Tanjab Barat.

“Kalau seperti ini, saya anggap mereka dengan sengaja mempermainkan profesi kita. Pejabat tidak sepatutnya bersikap seperti ini, mereka orang yang berpendidikan, bukan orang biasa,” ungkapan kekecewaan Heri sembari meninggalkan kantor Dinkes Tanjab Barat. 

Salah satu awak media yang mendapat undangan dari pihak Dinkes, ia menguraikan undangan melalui pesan WhatsApp dari Kabid P2PL Dinkes.

“Info dari Ibu Kepala Dinas Kesehatan bahwa akan mengadakan konferensi pers terkait bahaya dampak kabut asap. Waktu hari rabu jam 10.00, tempat Dinas Kesehatan. Tks,”, terang Andre menguraikan pesan WhatsApp dari Kabid P2PL.

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, pihak Dinkes tidak bisa dimintai keterangannya. (MR/TIM)

scroll to top