Alewoh, Ini yang Dikerjakannya? Baca Sampai Selesai

Komunitas Alewoh Budak Rangkas(ABR) menggelar bakti sosial dilokasi banjir bandang di Sekolah Dasar Negeri(SDN) 1 Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, komunitas yang terdiri dari lintas alumni SMAN 1 Rangkasbitung tahun 1979 sampai dengan 1983 ini memberikan 250 paket peralatan sekolah, mulai seragam, sepatu hingga tas. Selain itu, mereka juga menggelar Traumatik Healing, dengan pemateri yang berpengalaman dilokasi lokasi bencana.

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Komunitas Alewoh Budak Rangkas(ABR) menggelar bakti sosial dilokasi banjir bandang di Sekolah Dasar Negeri(SDN) 1 Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, komunitas yang terdiri dari lintas alumni SMAN 1 Rangkasbitung tahun 1979 sampai dengan 1983 ini memberikan 250 paket peralatan sekolah, mulai seragam, sepatu hingga tas. Selain itu, mereka juga menggelar Traumatik Healing, dengan pemateri yang berpengalaman dilokasi lokasi bencana.

Dikatakan oleh Dr H Agus Setia Primadi Sp,Og, inisiator kegiatan Baksos, mayoritas komunitas ABR merupakan alumni SMA dan SMK angkatan tahun 1971-1983 yang saat ini bermukim di kota kota besar, mendengar tanah kelahirannya dilanda bencana, mereka langsung merespon dengan menghubungi teman temannya yang ada di Rangkasbitung dan sekitarnya.

Setelah terkoneksi dengan teman temannya kata Agus, ia sepakat untuk menggalang donasi untuk dibelikan peralatan sekolah, bahkan untuk memberikan stimulus semangat bagi anak anak yang terdampak banjir, ia membawa praktisi yang ahli dibidang Traumatik Healing.

“Kita terpanggil dan tersentuh mendengar tanah kelahiran terkena bencana, sehingga saya dan teman teman sepakat untuk menggalang donasi untuk dibelikan peralatan sekolah,”kata Agus kepada wartawan SDN 1 Banjar Irigasi, Sabtu(17/1).

Agus melanjutkan, konsep pemberian bantuan tersebut agak berbeda dari yang lain, dimana pihaknya memberikan peralatan sekolah sesuai dengan kebutuhan dan ukuran para siswa, sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan bermanfaat bagi penerima. Konsep tersebut kata Agus lagi, diharapkan tidak menggangu psikologis penerima, lantaran mereka tidak beranggapan tangan dibawah atau diberi. Akan tetapi dipersilahkan memilih sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi mereka tidak merasa dibantu atau dikasihani, akan tetapi seolah olah memilih sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Saya rasa hal tersebut sangat epektif, lantaran rata rata penerima memakai peralatan sekolah sesuai dengan ukuran,”kata Agus lagi.

Sementara itu, Encep Chaerudin, koordinator acara menambahkan, acara bakti sosial yang dilakukan oleh komunitas ABR ini merupakan inisiasi dari Agus Setia Primadi, salah seorang warga Lebak yang telah sukses di Tasikmalaya. Untuk itu, ia juga merasa terpanggil untuk menemani teman teman yang lainnnya.

“Dr Agus inisatornya, ia merupakan warga Lebak yang sukses berkarir diluar. Kali ini, kita memberikan 250 paket peralatan sekolah, mudah mudahan, apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi penerima,”kata Encep Chaerudin.

Pantauan dilapangan, ratusan peserta Traumatik Healing merasa terhibur dengan materi yang dibawakan oleh pemateri. Mayoritas dari peserta nampak gembira dan serius mengikuti materi. Bahkan ketika sesi penerimaan peralatan sekolah mereka bebas memilih sepatu dan seragam sekolah sesuai dengan ukuran badannya. (*)

scroll to top