TOPTIME.CO.ID, LEBAK – CV Zulfa Bintang Pratama membantah bahwa Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Cikulur Kab. Lebak dikerjakan oleh perusahaannya.
Melalui salah satu karyawan bernama Kiki yang diutus menemui TOP TIME, pihak CV Zulfa Bintang Pratama mengaku tidak ada kaitannya dengan Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir SMKN 1 Cikulur.
“Kalau proyek pemeliharaan lapangan dan parkir itu bukan kita (CV Zulfa Bintang Pratama-red) seperti yang diberitakan. Kita pada proyek yang lainnya, dan sudah beres,” kata Kiki karyawan bernama Kiki yang diutus menemui TOP TIME, pihak CV Zulfa Bintang Pratama, Rabu (22/1/2020)
Berita ini dibuat sebagai klarifikasi dan hak jawab dari CV Zulfa Bintang Pratama sesuai kode etik jurnalis.
Sebelumnya, pihak sekolah menyebutkan bahwa pelaksana yang mengerjakan CV Zulfa Bintang Pratama.
Sebelumnya diberitakan, proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Cikulur Kab. Lebak diduga asal jadi. Pasalnya, baru sebulan selesai dikerjakan pada beberapa bagian sudah terkelupas, bahkan beberapa bagian sudah amblas.
Penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat dari Komunitas Aspiratif, Iskandar ketika dimintai tanggapannya memperkirakan, soal terlalu mepetnya waktu pelaksanaan menjadi penyebab pekerjaan itu rentan masalah.
*BACA JUGA YG INI : https://toptime.co.id/proyek-lapangan-olahraga-dan-parkir-baru-sebulan-sudah-rusak-kepsek-smkn-1-cikulur-ngaku-yang-nunjuk-pemborongnya-kcd/
Menurutnya, proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Cikulur dikerjakan pada bulan Desember, sehingga dengan sisa waktu yang sempit, hanya beberapa minggu bergantinya tahun anggaran akan beresiko terhadap pengabaian kualitas dan administrasi.
“Tanggal 27 Desember menjadi batas akhir pencairan anggaran. Waktu yang sempit sangat rentan pengabaian terhadap kualitas. Dan terbukti terjadi. Baru sebelum sudah rusak,” kata Iskandar.
Selain itu, pengerjaan fisik diakhir tahun juga rentan adanya pengabaian terhadap administrasi kegiatan.
“Kegiatan dianggap selesai, jika pekerjaan di lapangan selesai 100 persen dan pelaporan dokumen juga selesai 100 persen. Jadi fisik selesai, dokumen pelaporan juga selesai,” kata dia.
Kata dia, kendati proyek tersebut tidak selesai, dibuat seakan sudah selesai 100 persen agar dana bisa terserap sebelum habis tahun anggaran. Karena kalau tidak terserap anggarannya kembali ke kas daerah dan bisa diajukan kembali pembayaran proyek tersebut pada APBD Perubahan 2020 sekitar bulan Agustus 2020.
Pantauan TOP TIME di lapangan Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri(SMKN) 1 Cikulur yang baru dikerjakan nampak beberapa bagian permukaan lapangan sudah mengelupas dan ada beberapa titik amblas.
Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikulur yang juga merupakan Kepala sekolah mengaku tidak tau siapa pemborongnya.
” Saya tidak tau CV Zulva, karena yang menunjuk dari sana (KCD red) karena atasan saya kan KCD,” ujar Jajang selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN1 Cikulur. Selasa (21/1/20)
Jajang juga menjelaskan bahwa Berita Acara Serahterima (BAST) belum dilaksanakan namun sudah dilakukan pencairan.
” Udah kali ya, kalau belum gimana mengerjakanya pada saat dipertengahan dia (pemborong – red) minta buat modal mengerjakan kayaknya pinjem ke Komite, tapi sekarangmah udah kayaknya,” ucap Jajang.
Jajang juga memgatakan bahwa alasan penyedia pekerjaan belum sempurna dan meminta waktu satu minggu kepada pelaksana agar segera merapihkan pekerjaannyang belum selesai.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020) pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdikbud Provinsi Banten cabang Kabupaten Lebak melalui salah satu stafnya yang bernama Nana Suryana mengaku akan mengecek terkait Proyek pemeliharaan lapangan olah raga dan pemeliharaan parkir di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikulur yang terpantau wartawan sudah rusak kendati baru sebulan selesai dibangun.. (Sar)



