Reporter: Daniel Siahaya – Toptime.co.id
Hampir dua tahun Covid-19 masih terus melanda Indonesia. Penyebaran virus yang sangat cepat dan fluktuatif itu seakan mengoyak bangsa ini.
Virus yang hingga saat ini masih belum ditemukan obat penawarnya itu masih terus berkeliaran disekitaran khalayak. Bahkan, virus ini dianggap sudah hidup berdampingan ditengah masyarakat.
Berbagai problematika pun terus dirasakan oleh semua kalangan, mulai dari kegiatan ekonomi, sosial dan lainnya harus terbatasi sejenak guna memutus rantai penyebaran virus ini.
Seperti yang kita ketahui, peran negara memang terus hadir ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai kebijakannya. Salah satunya yaitu dengan vaksinasi massal secara serentak diberbagai wilayah.
Rupanya, pelaksanaan vaksinasi ini sangat disambut baik oleh sebagian warga. Antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap vaksin pun ternyata membawa keuntungan tersendiri juga bagi para pedagang asongan.
Banyak dari pedagang asongan yang pada awal pandemi sulit untuk mengais rezeki karena keterbatasan penerapan PPKM. Kini, semenjak gencarnya vaksinasi massal sebagian para pedagang asongan pun kembali meraup cuan yang fantastis.
Tahudin, pria kelahiran Tegal 7 Mei 1986 yang sudah menggeluti usahanya sebagai pedagang asongan mengaku selama pandemi melanda Kota Bekasi omzet jualannya mengalami penurunan yang drastis.
Namun, semenjak adanya pelaksanaan vaksinasi massal ini omzetnya kembali pulih.
Pedagang berbagai minuman dingin dan kopi itu, mengaku mendapat keuntungan yang melambung tinggi selama proses vaksinasi massal berlangsung.
“Biasanya saya berangkat dari rumah jam 5 atau jam 6, dagangnya keliling ke tempat-tempat ramai seperti parkiran dan lainnya. Sekarang, karena ada program vaksin, jadi saya jualannya dekat rumah saja,” ungkap Tahudin saat ditemui di wilayah Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Minggu (26/9/2021).
Pria yang kerap disapa Udin oleh teman-temannya ini menceritakan, sebelumnya, dirinya sempat putus asa dan ingin segera meninggalkan pekerjaan jualan asongan yang sudah digeluti selama belasan tahun itu.
Namun, saat ini dirinya justru semakin bersemangat dan ingin terus menambah stok dagangannya lantaran mendapat keuntungan besar selama proses vaksinasi berjalan.
“Ketika awal-awal pandemi saya hampir putus asa dan ingin beralih profesi karena biasanya saya pulang bisa membawa 50.000 sampai 100.000 perhari, namun pada saat itu tidak bisa.
Tapi, alhamdulillah karena berkah vaksinasi saya bisa meraup keuntungan dua hingga tiga kali lipat. Peningkatannya jelas sangat jauh dari sebelum-sebelumnya,” aku dia.
Menurut pantauan di lapangan, kegiatan vaksinasi tidak kurang dari 300 sampai 500 orang setiap harinya. Dan hal itu lah yang ditangkap sebagai peluang besar oleh para pedagang asongan disekitar lokasi.



