Reporter: Deni Setiawan – toptime.co.id
LEBAK – Di masa pandemi Covid 19, perusahaan bus pariwisata melakukan penyesuaian terhadap kenormalan baru. Itu bisa dilakukan dengan membuat protokol khusus saat hendak naik angkutan wisata.
“Tidak sulit kok caranya, yang penting bus harus bersih, apakah itu (bus) dipasangi UV atau dipasangi air purifying. Bisa juga supir dan kondekturnya pakai APD, ataukah jaraknya diatur dan wajib pakai masker,” kata pengelola bis pariwisata Mahabbah, Isep, Minggu (13/12/2020)
Menurut pengelola bis Mahabbah yang beralamat di Jalan Warunggunung -Petir Desa Padasuka Kec. Warunggunung, Kab. Lebak, Banten ini, semua bidang usaha tak terkecuali pariwisata memang harus berubah karena wabah Corona. Ia menyadari, sektor wisata paling terpengaruh Covid-19. Banyak pengusaha transportasi wisata yang merasakan dampaknya.
Namun demikian, sebagai pengusaha angkutan, dia mengaku sudah siap melakukan kenormalan baru di bidang wisata.
“Kebersihan mobil harus ekstra diperhatikan, jumlah penumpang dikurangi, memyediakan handsanitizer dan semua penumpang wajib pakai masker, cara ini yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan Covid 19,” kata Isep.
Selain itu, kata dia, semua pengguna angkutan wisata harus mematuhi aturan di tempat tujuan wisatanya.
“Daerah wisata yang sudah dibuka pasti menerapkan aturan ketat bagi pengunjung, itu harus dipatuhi,” imbuhnya.
Kata dia, saat ini dibeberapa daerah masih memiliki kebijakan sendiri soal dibukanya obyek wisata, ada daerah yang sudah membolehkan obyek wisata dibuka dengan aturan ketat, namun ada pula daerah yang masih melarang beroperasinya obyek wisata.
(*)
