
Reporter : Amsar – Toptime.co.id
BEKASI – Pasien Covid-19 mengisahkan lagi perjuangannya sembuh dari penyakit itu. Ia mengatakan bisa saja segera sembuh dari sakitnya beberapa hari setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Pengalaman berhasil sembuh setelah melakukan isolasi mandiri Lania Octorra di posting di IG pribadinya, tujuanya tidak lain hanya untuk memotivasi kepada masyarakat agar optimis bahwa kita semua bisa melawan covid19.
Bisa dilihat di akun pribadi IG Lania Octorra bahwa dirinya memiliki sorotan mengenai Positif Covid-19. Dari awal memang dirinya sudah memutuskan untuk share atau berbagi pengalaman. Dari mulai awal Sweb, isolasi mandiri semua hasilnya di share itu semua bisa di lihat.
Karena dirinya adalah ketua TPKK dan orang pemerintahan kalau mau bicara resiko sangat besar untuk terkena Covid-19 dari resiko pekerjaan resiko keluar rumah sebagai relawan yang sering turun kewilayah.
Dari situ dirinya sudah berpikir mudah-mudahan Allah menjaga dan besar kemungkinan terkena Virus Corona
Jalani Isolasi Mandiri
Dari awal Sweb langsung anak-anak di pisahkan walaupun hasilnya belum ada tapi semua sudah diungsikan. Karena dirinya dengan suami swebnya bareng karena kontak erat dengan suami dan hasilnya lima hari dari puskesmas yang positif hanya dirinya sedangkan suami hasil swebnya negatif .
Pada saat isolasi mandiri karena dirinya orang tanpa gejala (OTG) jadi memang sama sekali tidak ada tanda-tanda keluhan mengarah ke Covid19
Memilih isolasi mandiri di rumah karena memungkinkan dan semua sudah diungsikan. Hal-hal yang dilakukan pada saat menjalani isolasi mandiri adalah berserah diri kepada Allah dan hari pertama kata dia kaya ngawang-ngawang (pikiran campur aduk) tetapi tidak sampai menangis
Kenapa kebanyakan orang yang positif ngedrop karena mereka tidak berdamai dengan diri mereka sendiri, karena mereka lebih memikirkan omongan orang dikucilkan segala macam jadi tidak bisa berdamai dengan diri sendiri.
“Aku berserah diri ya Allah jika memang ini salah satu untuk menghapus dosa-dosa saya insa Allah saya terima dan mohon dikuatkan,” tuturnya
Selanjutnya lawan dulu diri kita berdamai dulu dengan diri kita baru kita bisa melawan covid19 menegement pikiran kita dan mengatur pola pikir itu yang nomor satu kalau sudah bisa mengatur pola pikir kita bahwa covid19 itu bukan aip.
Kita disini harus bisa membangun bagaimana menjaga imun tubuh dengan berpola pikir positif, menjaga hati yang gembira.
“Tapi memang jujur mau segembira bagaimanpun dalam hati selalu berpikir pada saat Sholat begini ya Allah apakah sudah saatnya meninggal karena Virus Corona aku berpikir mati dalam keadaan Sahid,” bebernya.
“Kita harus egois dalam arti egois kata bahwa anak-anak dan suami adalah kelemahan dan kekuatanku, kekuatan saya untuk berhasil sembuh tetapi mereka juga kelemahan saya. Saya benar-benar bawa enjoy menonton yang menguatkan imun tubuh film-film lucu,” ucapnya.
Dari awal emang menjadi keputusan yang berat mau cerita atau tidak tentang hasil swebnya positif dan dirinya putuskan menceritakan kepada temen-temen minimal ke pimpinan dan anak-anak. “Yang pertama saya lakukan Share ke keluarga bahwa yang kemarin kontak dengan saya minimal tes rapid dan ketemen kantor saya sampaikan bahwa positif dan minta tolong yang habis kontak dengan saya mohon di rapid,” katanya.
Pesan Kepada Masyarakat
Buat teman-teman yang terkonfirmasi positif yang pertama yang bisa dirinya sarankan adalah berserah diri karena itu sudah sudah keputusan Allah. “Ya, itu sudah keputusan Allah kita itu di luar dari kemampuan kita untuk menolak tetapi yang bisa kita lakukan adalah cara kita menyikapinya,” sebutnya.
“Jadi cara aku, ya udah lo harus yang berserah diri pertama terus berdamai sama diri sendiri baru kita bisa melawan virus nya itu nah terus perbanyak dzikir ya kalau aku ininya apa namanya kisi-kisi intinya dengan kita lebih sering mengingat Allah yang mungkin Allah memang apa ada tujuan pasti semua ada tujuan jangan menyalahkan orang lain,” terangnya.
Selanjutnya, lebih kepada introspeksi diri kenapa itu terjadi, bukan dengan menyalahkan orang lain. Tapi lebih kepada intropeksi.
” Kita fokus kepada pola pikir kita positif hati yang bergembira gimana caranya itu kan kita yang tahu mungkin gue gembiranya nanam tanaman yang akan aku lakukan pokoknya kelilingilah diri kita tuh sama orang-orang yang positif sama teman-teman hari ini Kemarin positif ini,” tutupnya.(**)


