Close

Viral, Temukan Dugaan Pungli Bantuan Pangan Non Tunai di Cijaku, Aktifis ini Tulis Surat Terbuka

ilustrasi kampanye stop pungli

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Kabar tak sedap soal realisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengemuka di Lebak, Banten. Ini terungkap dari surat terbuka yang diunggah sebuah akun Facebook Arban Ramizud Raray atau yang dikenal dengan nama Ade Gogo yang merupakan aktifis di Banten.

Dalam surat terbuka di facebook yang diunggah pada 5 November lalu dan ditujukan kepada Bupati Lebak, Ketua DPRD Lebak, Ketua DPRD Banten dan Kadinsos Banten itu Ade Gogo mengungkap adanya pungutan  Rp5.000 untuk setiap pengiriman beras.

Sontak status akun Facebook Arban Ramizud Raray mendapat komentar yang menyayangkan temuan itu.

Dalam tulisannya, Arban menyebut bahwa KPM diminta uang Rp5.000 untuk setiap pengiriman beras. Total KPM di Cijaku sebanyak 3.124.

Jika setiap KPM berasnya diantar dan diminta ongkos Rp5.000 sambung dia, itu artinya setiap bulan terkumpul uang pungutan dari KPM kurang-lebih Rp15 juta.

Temuannya, pungutan dilakukan oleh oknum  warga yang diberi tugas oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk membagikan beras ke setiap KPM di lingkungan RT masing-masing.

Kata Ade, tiga warga mengaku kepadanya,   menyetorkan uang Rp5.000 tersebut kepada TKSK. Jumlah uang itu lumayan karena diambil dari seluruh KPM se-kecamatan.

Berdasarkan pengakuan warga yang diminta oleh TKSK untuk mendistribusikan beras kepada KPM, duit yang terkumpul dari KPM itu disebut untuk TKSK, justru bukan untuk upah pengirim beras.

“Artinya, TKSK Cijaku memanfaatkannya untuk pungli,” sebutnya.

Ketika dihubungi, Ade Gogo mengiyakan fakta di lapangan yang ia temui. Dia juga mempersilahkan TOP TIME untuk mengkonfirmasi prihal temuannya itu ke Dinsos Banten.


TOP TIME masih berusaha mendapatkan klarifikasi dari Dinas Sosial Banten dan Kabupaten Lebak, serta TKSK yang bertugas di Kecamatan Cijaku.

TOP TIME sudah mencoba menghubungi Arifin yang merupakan TKSK Kecamatan Cijaku namun belum bisa terhubung. Pesan whatsapp yang dikirim hingga berita ini diunggah belum direspon.

Namun kepada awak media lainnya, petugas TKSK bernama Arifin ini pernah membantah temuan yang kemudian diposting di media sosial tersebut.

“Tidak benar sama sekali. Saya siap dicek langsung ke KPM,” kata Arifin melalui pesan WhatsApp kepada salah satu awak media di Lebak  yang meminta konfirmasi.

Dalam konfirmasinya itu, Arifin mengaku telah menemui orang-orang yang ia nilai sebagai narasumber dalam tulisan tersebut.

“Mereka tidak ngomong seperti apa yang diviralkan. Tidak, saya tidak terima (Uang),” pungkas Arifin kepada awak media tersebut. (SYARIF)

scroll to top