Close

Temuan BPK, Penggunaan Dana Hibah KONI Kab. Bekasi Tahun 2018 Bermasalah

ilustrasi

TOPTIME.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Dalam data Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi TA 2018 yang ditandangani Kepala Perwakilan BPK Jawa Barat Arman Syifa menyatakan, realisasi penggunaan dana hibah KONI Kabupaten Bekasi sebesar Rp 49,9 miliar tidak sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Bupati Bekasi No. 58 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Hibah.


Disebutkan dalam pasal tersebut, Penerima Hibah (KONI) harus bertanggung sepenuhnya atas kebenaran dan keabsahan laporan penggunaan dana hibah.


Tak hanya itu, BPK juga menyebut pasal sanksi kepada Ketua KONI Kabupaten Bekasi, yakni Pasal 41 Permendagri No. 32 Tahun 2011 tentang Pemberian Hibah dari APBD.
Hal itu ditegaskan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi TA 2018.


Seperti diketahui, dari hasil pemeriksaan BPK, Ketua KONI habiskan dana hibah Rp 2,5 miliar untuk kegiatan latihan tim kontingen Porda XIII 2018. Padahal, nilai kegiatan tersebut telah disepakati sebesar Rp 1,4 miliar.


Lalu, pembelian seragam kontingen yang habiskan uang Rp 1,6 miliar. Padahal, biaya seragam sudah ditetapkan sebesar Rp 1 miliar.


“Dan banyak lagi kegiatan lainnya yang bermasalah, seperti pembinaan cabang, try-in / try-out atlet kompetisi cabang, dan belanja jasa,” demikian petikan bunyi LHP tersebut.

Selain itu, LHP BPK itu juga menyatakan Ketua KONI menggunakan bunga bank sebesar Rp 227 juta untuk kegiatan yang jelas-jelas sudah dianggarkan. Lalu, bunga bank juga digunakan Ketua KONI untuk membayar pajak yang jelas-jelas tidak ada dasarnya.

Sementara itu Ketua KONI Kabupaten Bekasi periode 2016-2019 (sudah tak menjabat) Romli ketika di konmfirmasi mejawab dengan singkat

“Sudah dijawab ke BPK dan sudah clear.” balasnya singkat. (AMSAR)

scroll to top