Close

Soal Penertiban Tambang Liar, Aktifis LSM : Tindak Bos Gurandilnya, Tanya Kemana Aliran Duitnya!

Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat di Lebak, Yayat Ruhyatna

TOPTIME.CO.ID, LEBAK – Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat di Lebak, Yayat Ruhyatna meminta penegak hukum tak tebang pilih menindak para pemain tambang ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, termasuk oknum yang terlibat.

Menurutnya, aktifitas penambang liar di kawasan taman nasional sudah berlangsung puluhan tahun, dan semua berjalan seakan tak tersentuh.

“Tindak Gembong-Gembong Gurandilnya, bos-bosnya. Tanya Kemana Aliran Duitnya!,” kata Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat di Lebak, Yayat Ruhyatna, Selasa (14/1/2020)

Lanjut dia, kata dia, bila memang mau dilakukan penindakan, pemain besar dan oknum yang melindunginya juga harus ditindak.

“Oknum pegawai taman nasional juga harus diperiksa. Tangkap pemain besarnya, nanti juga pasti akan mengembang kemana uang hasil dari aktifitas penambangan itu mengalir,” tandasnya.

Masih kata Yatna, musibah banjir bandang menjadi keprihatinan seluruh anak bangsa. Untuk itu, tindakan tegas kepada pelaku pengrusakan lingkungan perlu ditegakkan.

“Setelah ada bencana, dan presiden ikut komentar, gerakan penertiban pun dilakukan. Tapi jangan lupa, pengusaha gurandil maupun gurandil tak akan bisa leluasa beroperasi tanpa ada oknum yang melindungi, termasuk kenapa pihak Taman Nasional juga seperti tak berdaya ? Ini kan aktifitas yang sudah lama berlangsung,” kata Yatna.

Sebagai informasi, Polda Banten melakukan kegiatan Operasi gabungan skala besar bersama dengan TNI dan Personel Bareskrim Polri dalam rangka mencegah kerusakan lingkungan yang diduga adanya penambangan liar di beberapa daerah Kabupaten Lebak.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, di Serang, Senin mengatakan, operasi gabungan yang dilaksanakan Sabtu (11/1) dipimpin Karo Ops Polda Banten Kombes Pol A. Roemtaat, S.I.K di dampingi oleh Dir Intel Polda Banten, Dir Reskrimsus Polda Banten, Dir Binmas Polda Banten dan Kapolres Lebak dengan melibatkan Personel TNI 064 Maulana Yusuf, Personel Bareskrim Polri, Satbrimob Polda Banten, dan beberapa personel Polda Banten dari satuan lainnya.

Adapun sasaran kegiatan dilakukan di beberapa lokasi wilayah Kabupaten Lebak yang diantaranya di Kampung Cidoyong, Kampung Lebak Ditu, dan Kampung Cijulang yang disinyalir adanya aktifitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).

Edy mengatakan, hasil dari kegiatan Ops PETI yang di lakukan oleh jajaran Polda Banten bersama dengan pihak TNI dan personel dari Bareskrim Polri di temukan adanya ‘base camp’ serta alat atau mesin yang diduga dipergunakan untuk melakukan penambangan secara liar di beberapa lokasi wilayah Kabupaten Lebak.

“Kami dari pihak Kepolisian Polda Banten dan jajaran akan terus melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut dengan adanya dugaan penambangan liar yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Lebak, bilamana dugaan penambangan liar tersebut sudah mencukupi bukti permulaan yang cukup para pelaku penambangan liar akan kami jerat dengan Pasal 158 Undang Undang Pertambangan” kata Edy. (*)

scroll to top